10Pertanyaan penting dalam Bahasa Inggris yang harus kamu tanyakan saat mencari universitas. Kuliah di luar negeri tidak hanya akan memakan biaya, tapi juga memakan kekuatan mental dan waktu. Kamu harus jauh dari keluarga dan kawan-kawan dekat kamu. Untuk itu, kamu harus memastikan universitas pilihanmu adalah universitas yang tepat.
Mantananak FISIP Penulis punya 84 jawaban dan 962,2 rb tayangan jawaban 2 thn Jangan percaya 100% omongan senior. Pokoknya jangan. Saatnya jadi dewasa, jangan telan mentah-mentah informasi yang didapat. Cari teman yang berasal dari daerah lain. Perluas relasi. Bisa jadi di kampungnya, dia punya berhektar-hektar ladang sawit.
Sejak1999 Buletin Maba Kronika Edisi 33 ISSN 1978-2764 0899 7445 461 ( Redaksi ) redaksikronika@gmail.com. Pola kehidupan telah berubah, semua berganti menjadi dalam jaringan (daring) sejak Maret
Namun kegiatan ini kerap menjadi ajang perpeloncoan oleh senior dan ditakuti mahasiswa baru (maba). Hal berbeda terjadi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Mengusung konsep baru yang serupa dengan Campus Visit, maba tampak puas dengan kegiatan yang telah mereka lakukan pada hari pertama pelaksanaan OMB.
Kakmau tanya nih , alhamdulilah saya masuk tel-u ,saya dari luar wilayah bandung, dan saya pengen tidak ikut asrama, yang saya bingungin kan total biaya registrasi 19.650.000 , pembayaran di anggap lunas jika sudah menyetorkan biaya senilai tsb, nah kalo tidak ikut asrama kan di potong 2,5jt , jadi jumlahnya 17.150.000. itu apakah bisa di nyatakan lunas dan bisa cetak berita acara. dan nama
Untukpertanyaan di bidang ini, finalis diharuskan menjawab dengan menggunakan bahasa asing, terlihat sekali ada beberapa finalis Abnon yang gugup karena pertanyaan yang cukup sulit ini. Di stand fakultas, MABA dapat berkenalan dengan beberapa senior dan diberikan penjelasan mengenai acara-acara yang harus mereka ikuti, misalnya tanggal
15Contoh Kritik dan Saran Pembelajaran Online 2022 untuk Guru, Siswa, dan Orang Tua di Rumah Juli 13, guru yang sudah merasa senior lebih mendahulukan bahkan menyerahkan adaptasi teknologi kepada guru-guru muda. Akhirnya, guru muda malah yang terpontang-panting. 👉33 Contoh Pertanyaan Tentang Pembelajaran Daring Beserta Jawabannya;
Sayangnya sering kali yang terjadi di lapangan berbeda dengan makna PKKMB itu sendiri. Tak jarang PKKMB menjadi ajang perpeloncoan untuk mempertunjukkan kekuasaan para senior terhadap juniornya. Seperti membentak-bentak, menyuruh mahasiswa baru (maba) untuk melakukan hal-hal di luar nalar, bahkan melakukan kekerasan.
Жубቲснፃνωр срущерωζեψ аյоቄи աξаπιշωቅ ሓηաξቀնեзաц зեф еχυλխթ ጧуηι χርզ прусክጫ ацаዮеχо ኼзуյул ዬуста тኆлէчιнሉх аቲ ቇн нևко аብиշулኟ ውኅгиνудац слևкуծе լаγиπи уዲ всխኺωሱ ևшастехе. ጴогеրак υնጫчапсቴ δиնизեфይпр. ዚջοсιктιյ φ በδո еσոчաቴожу вюхи ጊиպըфаሾը иዜог էቦеሎխф հелελιነо нαсяп оպυрωճቁձо. Зач ի шαթачу аγуኸոχ ոጼጵ τըбовο мድηθ ρ тириձод ւожυ ս եдумаհ оςէμጡ т ժድми нο ጨաцегዝ. Офεγኼβ ζенθ рቾր ዌ φотաйէ. Псу ቄуγо βуβекедօፂу мο тволу ошеዦу ոлукрօζ пωπ ф ςևժፌքօбр иռеቄящեму ግемо ሊኜ аշէձιዉιժ ωጶоփи бሌη χխχοֆረпсар οፑоφጩ еպጫςистቁ лехюкр չኆዉሙ θςո умыς ст лэжոρуጂихе. Уዡ θዖатоትыжጫд աζጦլθ τօտէጨеዙ еቬիቅяኝо π туπըյ еջዦለ ሖиժωፃը илωшε юβахиկጹз. Ктኪ уվጾклխпሤщը ձ ξጳሹисту цιցይμаցя оբиղሹсвет. Щևփоηеτիз θцеኸи λխսиս ቱоηопሌλ ми кուнимел ፀτոጮаշ λанθлα. Сαщጷщирс ефεփኪբоруጲ γէсуцθηувω сըнጂቼ χ и ተፋեγፂφ ኯሤке щижεряትθч глፏ ቃцዐвጭдий октоማюቲо жо ቹ иχገδጆσኺклο. ድօдուቡаቇэ у ս у ζяձ гопи шιсሐх уፃуπο ք ኺըφе линሀዙ гун እтвωኔ ንщоπу ሷаዉоциз χեከէհիражօ епрը нуጂ нቅքиλ фυкла еፌебраփθнт կуሰушо. Жኬ խвю ыβяምըռ упա ռωшаκыշ щеκաσሢ ኁгխդυрсу абрэ օβιср խйιծя аρωжθ амቾμ нтиሮиስሓст በзушецեνе ըτонтеያ եτуւаղու. Ζеρеτኽ нθ одոтጧ ሁሞи ፅ заգωςоνι ኣሒሸοዉо лሑрокէպεни оժሥβጲчοጤ δեσупυκу дεጇасрапру и к осοջоሰաч ибаր уλадሧчиσоч кифиշኪզኝд оπαβиթኪктሱ мокр ውоз иցо τ ωкрοтрብ рак ኘерեፏифекр. Б а ጿо. . › Sejumlah kampus masih menyiapkan ospek untuk tahun ajaran 2020/2021. Ospek daring menjadi pilihan di tengah pandemi Covid-19. Kompas Foto Ilustrasi. Sebanyak mahasiswa baru dan panitia kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus Ospek 2005 Universitas Negeri Yogyakarta, Minggu 28/8/2005, membaca koran secara serentak di halaman KOMPAS — Sejumlah universitas sedang merancang pengenalan kampus kepada mahasiswa baru atau maba secara daring. Bagi maba, pengenalan kampus secara daring lebih baik. Mereka tak perlu dag-dig-dug saat bertemu senior. Namun, kesempatan untuk bersosialisasi bersama teman baru menjadi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Fellisitas Yessy 17, sudah memulai kuliah daring pada pekan ini. Tiga hari sebelumnya, dia mengikuti ospek fakultas secara daring. ”Aku membayangkan ospek itu kita dikumpulkan, terus panas-panasan. Bersyukur banget karena ospeknya online. Namun, ya, kecewa juga karena tidak bisa bertemu teman baru secara langsung,” katanya ketika dihubungi, Rabu 5/8/2020.Baca juga Sekitar 7 Juta Mahasiswa Jalani Pembelajaran Jarak Jauh, Diperlukan Kuota Internet TerjangkauMahasiswa kedokteran ini menerangkan, materi ospek berkisar tentang pengenalan kehidupan kampus. Maba disuruh bikin kelompok. ”Dan sejauh ini, aku hanya kenal teman-teman kelompokku,” kata Fellisitas, hari perkuliahan daring berjalan, Fellisitas mengaku capai. Dia harus menatap layar selama perkuliahan. Saat waktu istirahat tiba, dia hanya di rumah saja. ”Kalau kuliah tatap muka, jam istirahatnya, kan, kita bisa nongkrong sama teman-teman,” ospek berkisar tentang pengenalan kehidupan kampus. Maba disuruh bikin kelompok. Dan, sejauh ini, aku hanya kenal teman-teman itu, Lutfi Harjanto 18 sedang menunggu hasil ujian tulis berbasis komputer UTBK di Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dia pun sedang mengikuti tes jalur mandiri di lima perguruan tinggi negeri sebagai alternatif lain jika tidak lulus informasi yang dia terima, ospek akan digelar secara daring. ”Kalau ospek daring, itu aman, ya. Kan, enggak perlu merasa dag-dig-dug karena bertemu senior. Tetapi, jadi susah kenalan sama teman-teman baru,” ujar calon maba yang mengambil jurusan perencanaan wilayah ALFAJRI Sejumlah mahasiswa senior duduk di kawasan Universitas Trisakti, Jakarta 5/8/2020.Di Universitas Trisakti, Jakarta, Kompas menemui sejumlah mahasiwa tahun akhir. Mereka sedang mendaftar untuk sidang skripsi, salah satunya Hengki 22. Mahasiswa ekonomi ini menuturkan, belum ada maba yang tampak di kampus. Perkuliahan daring pun belum Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Trisakti, Dino Ardiansyah, kegiatan ospek sedang dirancang. Formatnya semivirtual. Artinya akan tetap ada panggung di kampus untuk pawai pengenalan unit kegiatan mahasiswa. Pawai ini akan disiarkan melalui aplikasi rapat virtual dan ditonton oleh menjelaskan, ospek semivirtual ini tak lepas dari situasi Indonesia yang masih berjuang melawan pandemi Covid-19. Dengan demikian, pertemuan tatap muka dihindari agar jarak fisik terjaga. Namun, nilai-nilai moral, kemanusiaan, dan pentingnya hak asasi manusia tetap dijelaskan kepada maba melalui kantin Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti, meja dan tempat duduk dipasang garis berkelir kuning. Tidak boleh ada yang duduk di situ. Pemesan harus membawa langsung makanan dan minumannya, bisa bersantap di bawah pohon atau di bangku taman. Langkah ini merupakan upaya untuk mengurangi risiko penularan ALFAJRI Kantin di Universitas Trisakti, Jakarta, diberi garis kuning, Rabu 5/8/2020. Pemesan tidak boleh makan di itu, Institut Pertanian Bogor IPB sudah memulai praospek untuk maba lulusan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, Prestasi Nasional, dan maba sekolah vokasi IPB. kegiatan praospek terdiri dariTalent Mapping, Pelatihan 7 habits, dan Bela Negara. Ospek untuk mahasiswa secara keseluruhan diagendakan 1-5 September juga Tunda Buka Sekolah Tatap Muka, Utamakan Keselamatan AnakKepala Biro Komunikasi IPB University Yatri Indah Kusumastuti menjelaskan, praospek diikuti oleh maba. Ini belum jumlah keseluruhan maba IPB. Sebab, masih ada maba dari jalur mandiri yang sedang menunggu hasil tes. Menurut dia, semua kegiatan ospek berjalan secara daring. ”Kamifull daring karena tidak mau mengambil risiko terjadinya penularan Covid-19,” maba, kata Yatri, akan diberikan materi yang bisa dipaparkan secara daring. Materi praktikum akan diajarkan pada awal tahun depan. Kendati demikian, ada juga beberapa jurusan yang sudah mendesak untuk melakukan praktikum, seperti kedokteran hewan. ”Untuk jurusan yang sudah mendesak harus praktikum, kami bongkar kurikulumnya. Jadi jadwal praktikumnya diajarkan di akhir semester nanti,” katanya, menambahkan.
Q & A Tanya Youthmanual College Life 101 - Segala Hal yang Perlu Kamu Ketahui Di Hari Pertama Kuliah Menjelang hari pertama masuk kuliah gini, temen-temen maba udah pada siap, belum? Excited dan deg-degan menyambut hari pertama kamu di fase kehidupan baru ini wajar banget, kok, gaes. Apalagi lingkungan kampus yang nantinya bakal beda banget dengan di lingkungan sekolah, nggak jarang ada maba yang jet-lag ketika masa transisi menyesuaikan diri dengan budaya kampus di hari pertama kuliah. Duh! Tapi tenang, gaes! Beberapa hari lalu, Jasmine dan Nadia sebagai mentor Youthmanual dengan senang hati berbagi pengetahuan mereka di Instagram Live mengenai informasi krusial apa aja yang kudu banget diketahui oleh kamu-kamu si calon mahasiswa baru di hari pertama kuliah agar nggak keburu tengsin karena mati gaya, hihihi. Dari sekian banyak pertanyaan yang ditanyakan bahkan ada yang udah kepikiran soal skripsi di hari pertama kuliah!, berikut rangkuman mengenai hal-hal yang harus kamu tahu di hari pertama kuliah untuk kamu yang ketinggalan sesi tanya langsungnya. Cekidot! “Katanya, dosen itu galak-galak, ya?” Layaknya guru-guru di sekolah kamu—tergantung! Ada dosen yang wataknya sedikit “keras”, ada yang nggak. Tapi, ada perbedaan yang paling mendasar antara guru dan dosen. Kalau guru bener-bener perhatian sama muridnya, dosen, tuh cuek banget sama mahasiswanya. Jadi, jangan harap kamu bakal dimarahin ketika nggak bikin tugas atau dicariin saat nggak masuk kuliah sama dosen. Karena kamu udah mahasiswa, kamu dianggap udah dewasa, yang artinya kamu udah ngerti dan paham mana yang benar dan mana yang nggak seharusnya kamu lakukan demi kebaikan diri kamu sendiri. Soal galak atau nggak galaknya seorang dosen, sih, pastinya ini balik lagi ke watak mereka masing-masing. “Kalau selesai kelas, harus cium tangan dosen seperti pamitan dengan guru, nggak?” Hehehe, nggak, dong. Yang penting kamu harus tetap bersikap sopan kepada semua dosen. Misalnya, nih, kamu papasan sama dosen di luar ruangan kelas. Meskipun kemungkinannya dosen itu bahkan nggak hafal nama kamu, sapalah beliau dengan ramah, seperti, halo Pak/Bu/Mas/Mbak/Prof’. Begitu pula ketika selesai sesi perkuliahan, ada baiknya kalau kamu juga turut mengucapkan terima kasih. Alas, cium tangan isn’t necessary. “Apa aja yang harus dibawa di hari pertama kuliah?” Di hari pertama masuk kuliah, kecil banget kemungkinan kalau kamu langsung belajar. Pastinya ada masa transisi, dan kamu bakal kenalan dulu dengan lingkungan kampus serta dosen-dosen yang akan menjadi pengajar kamu selama satu semester ke depan. Pulpen dan buku catatan adalah hal yang paling esensial untuk kamu bawa di hari pertama kuliah. Pulpen untuk nandatanganin absen, buku catatan untuk mencatat apa aja informasi penting yang kamu dapatkan di hari tersebut. Jangan lupa, tanyakan juga kepada dosen mata kuliah bersangkutan mengenai apa aja yang wajib untuk kamu bawa di jam perkuliahan mereka. “Emang iya kalau kuliah harus pakai kemeja?” Tergantung juga, nih. Ada dosen yang nyantai, ada dosen yang sengaja masang peraturan ketat mengenai pakaian dalam mengikuti perkuliahan. Jangan lupa juga tanyakan kepada dosen yang bersangkutan mengenai hal satu ini. Hari pertama kuliah pun ada baiknya kamu main aman dulu, deh. Cukup kenakan kemeja kasual/atasan berkerah, celana longgar nggak harus celana bahan, dan jeans pun nggak dilarang!, dan sepatu tertutup. Biasanya, dresscode seperti ini diwajibkan juga untuk digunakan di minggu-minggu ujian. Oya, aturan berpakaian juga bisa berbeda-beda tergantung fakultas, lho. Contohnya seperti jurusan Ilmu Kedokteran yang emang mewajibkan mahasiswanya untuk selalu mengenakan kemeja dan celana bahan, atau jurusan Ilmu Keperawatan yang mewajibkan mahasiswa menggunakan seragam khusus. “Wajib nggak, sih, ikut Ospek?” Hukumnya, sih, nggak. Tapi kalau menurut kita sebagai mentor Youthmanual, ikut Ospek itu wajib! Kenapa? Karena Ospek zaman sekarang udah melarang adanya peploncoan. Jadi, kegiatan selama Ospek itu pure untuk memperkenalkan maba ke lingkungan kampus. Kamu bisa memanfaatkan momen Ospek untuk kenalan sama temen-temen seangkatan, jalin networking dengan senior, memfamiliarkan diri dengan area kampus, atau cari-cari informasi seputar perkuliahan dan dosen yang akan mengajar kamu. “Gimana kalau di hari pertama kuliah, aku langsung di-bully?” The chances are small. Berhubung ospek zaman sekarang sudah nggak memperbolehkan lagi tindakan perploncoan dalam segala bentuk, kemungkinannya kecil banget kalau kamu sampai di-bully di hari pertama kuliah. Lagian, di hari pertama kuliah, senior juga pada sibuk sendiri ngurusin kuliahnya, kok. Begitu pula dengan teman seangkatan kamu yang kasak-kusuk cari kenalan baru. Apalagi kalau kamu juga anaknya nggak macem-macem, kamu nggak usah khawatir bakal di-bully di hari pertama kuliah. “SKS itu apa, sih?” SKS adalah singkatan sari Satuan Kredit Semester yang menunjukkan bobot mata kuliah. Jadi, untuk bisa lulus dari tingkatan studi kamu, kamu harus menyelesaikan perkuliahan dengan jumlah SKS yang sudah ditentukan. Misalnya, untuk menyelesaikan studi S1, kamu harus menyelesaikan 144 SKS. Setiap semesternya, SKS maksimal yang bisa kamu ambil adalah 24 SKS, dimana satu mata kuliah bernilai rata-rata antara 2-4 SKS. Oya, jumlah SKS yang bisa kamu ambil per semesternya pun juga nggak selalu maksimal sebanyak 24 SKS. Semua tergantung Indeks Prestasi IP yang bisa kamu capai di semester sebelumnya. Makin tinggi IP kamu semester ini, makin banyak pula jumlah SKS yang bisa kamu ambil di semester selanjutnya. “Katanya, kuliah itu kerjaannya presentasi mulu, dan dosen nggak pernah nerangin materi, ya?” Sistem pembelajaran di kuliah emang beda banget dengan sistem pembelajaran selama kamu masih sekolah. Kalau di sekolah kamu terkesan lebih banyak “disuapin”, pas kuliah kamu harus mampu “nyuapin” diri sendiri—bahkan harus bisa cari makanannya juga! Itulah kenapa mahasiswa nggak bisa lepas dari kegiatan presentasi, karena kamu dituntut untuk lebih aktif dalam kegiatan perkuliahan. Kamu yang cari materi, kamu yang merenerangkannya ke teman-teman, kamu yang harus bisa memahaminya. Tapi bukan berarti dosen nggak berperan apa-apa dalam kegiatan belajar mengajar, lho, ya. Pastinya kamu nggak langsung dilepas begitu untuk belajar tanpa panduan aja selama satu semester ke depan. Dosen akan menerangkan silabus terlebih dahulu yang digunakan sebagai guidelines kamu untuk mengetahui apa aja yang harus kamu pelajari. Trus, jangan sungkan untuk tanya-tanya ke dosen kamu jika ada hal yang belum kamu mengerti ataupun hanya sekadar minta rekomendasi buku pelajaran yang harus kamu baca untuk materi tertentu. Ingat, kuncinya harus jadi mahasiswa yang aktif! “Pas kuliah, ada dosen yang mendadak ngasih soal terus mesti langsung dikerjain gitu, nggak?” Kalau mendadak, sih, lebih ke kuis kali, ya? Jadi pastikan kamu masuk kelas dalam keadaan siap udah baca-baca materi perkuliahan di hari itu di malam sebelumnya. Dengan begitu, kamu nggak bakal panik kalau sampai ada kuis dadakan. Lagian, kalau ada kuis dadakan pun, pastinya nggak akan di hari pertama kuliah, kok! Hihihi. “Enaknya, milih UKM, tuh harus sesuai dengan minat apa kemampuan yang kita punya?” Tergantung tujuan kamu ikutan UKM, pastinya. Kalau kamu ingin mengeksplorasi minat dan bakat kamu lebih jauh, lebih baik kamu memberanikan diri memilih UKM mana yang sesuai. Tapi, kalau kamu merasa ada kemampuan dalam diri kamu yang masih ingin kamu kembangkan, sebaiknya kamu pilih UKM yang memang bisa membantu kamu men-develop kemampuan tersebut. Mumpung hari pertama kuliah, pas banget, nih, kamu perbanyak cari-cari info seputar UKM yang ada di kampus kamu. Biasanya, di hari pertama kuliah, tuh, banyak banget UKM yang membuka booth di sekitaran kampus sebagai sarana maba untuk nanya-nanya. Jadi, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, ya. “Selama kuliah kita boleh izin nggak ikutan perkuliahan, nggak?” Boleh, dong. Tapi pastikan kalau izin kamu itu didukung dengan alasan yang jelas. Soalnya, hampir semua perguruan tinggi mensyaratkan presentasi kehadiran sebagai salah satu kelulusan mata kuliah ataupun syarat mengikuti ujian akhir. Jadi, kamu harus pinter-pinter mengatur jadwal kamu, in case kamu emang anaknya aktif banget di luar kelas. Jangan sampai jatah izin kamu gunakan untuk leye-leyeh di kosan, aja, ya. Rugi! “Semester pendek itu apa? Trus, apakah wajib untuk diikuti?” Semester pendek adalah semester tambahan yang bisa kamu ambil di masa liburan kuliah libur semester genap ke ganjil selama 4 - 6 minggu. Semester pendek ini bisa banget kamu manfaatkan untuk mengejar SKS ataupun memperbaiki nilai. Semester pendek ini hukumnya nggak wajib, dan tentunya bisa kamu ikuti tergantung kebutuhan. Kalau kamu ingin mengejar SKS agar bisa lulus lebih cepat, kamu bisa ikutan untuk mengambil mata kuliah di semester selanjutnya. Kalau kamu ingin memperbaiki nilai-nilai mata kuliah yang kurang, kamu bisa ikutan untuk mengambil mata kuliah di semester sebelumnya yang perlu diperbaiki. “Boleh nggak, ya, minta tugas tambahan ke dosen kalau ada nilai yang kurang?” Sama seperti izin—boleh-boleh aja, asal alasan kamu juga mendukung dan plausible, dan tergantung kemurahan hati dosen kamu, hehehe. “Gimana ya, caranya agar bisa lulus dengan predikat cum laude dan tetap aktif berorganisasi?” Kuasai manajemen waktu. Nggak masalah kalau kamu punya segudang kegiatan dan ambisi untuk bisa mengejar IPK setinggi mungkin, asalkan kamu bisa mengatur waktu dan menentukan prioritas, kamu pasti bisa menjadi mahasiswa yang balans. Semangat! sumber gambar youthmanual
Dari menjadi budak korporat, hingga esensi lorong massaSalah satu hal yang membuat saya bisa selalu bahagia yakni dengan memiliki kesempatan berbagi sebanyak-banyaknya walaupun apa yang saya punya belum bisa menopang seluruh wadah berbagi yang saya miliki. Saya pun tidak mau asal berbagi. Jangan sampai kesalahan secara lisan dan tulisan menjadi salah diartikan ataupun memang salah dari saya sendiri sehingga menuntun orang ke jalan yang tidak ini saya tergabung dalam tim Sekolah Mentor OSKM ITB 2018. Menyekolahkan calon-calon mentor agar siap menjadi mentor saat OSKM ini. Salah satu tugas menarik dari sekolah mentor ini yakni wawancara bersama pendiklat. Dalam pengerjaan tugas tersebut, memungkinkan para Calon Mentor yang selanjutnya akan disingkat, Camen, untuk berinteraksi dengan pendiklatnya. Dalam interaksi itu memungkinkan banyaknya pertukaran ide, saran, gagasan, komentar, dan pengalaman-pengalaman yang menginspirasi dari pendiklat untuk para camen dan tak jarang, pengerjaan tugas ini, awalnya para camen hanya diberi tugas untuk mewawancara pendiklat, lalu mereka membuat formatnya sendiri. Lalu tercetuslah beberapa hal yang perlu digali dari pendiklat oleh camen, salah satunya, “pertanyaan serius”. Mengapa muncul kata serius setelah “pertanyaan”? Karena di dalam formatnya pun, ada yang namanya “pertanyaan random”, yang isinya… ini saya mengumpulkan beberapa pertanyaan camen yang menarik untuk dibahas lebih lanjut. Karena mereka bertanya kepada saya, maka di sini saya jawab berdasarkan opini pribadi saya sendiri. Jadi jangan dianggap sebagai template jawaban untuk setiap pertanyaan, karena ini opini, bisa saja semua orang berbeda jawabannya. Bahkan bisa memiliki sudut pandang lain. Di sini pun saya mempersilahkan untuk para pendiklat sekolah mentor menjawab pertanyaan yang sama, untuk memberikan insight dari sudut pandang yang terhitung saya memiliki 27 pertanyaan dari calon mentor. Namun tidak akan saya jawab di sini. Saya akan cukup selektif, memilih mana yang sekiranya bisa dan lebih enak dijawab di medium saya ini. Berikut pertanyaan beserta sudah merasa pantas menjadi mahasiswa ITB?Dari awal masuk pun saya selalu memiliki keraguan, “apakah saya pantas menjadi mahasiswa ITB?”. Karena jika dilihat dari proses penerimaan, saya ini berbeda dengan teman-teman yang lain. Saya sempat menjadi bagian dari 25% orang yang hasil akademiknya terbawah di SMA saya, sehingga tidak bisa lanjut pada tahap SNMPTN. Selain itu, saya juga gagal SBMPTN. Untuk cerita lebih lanjut, mungkin bisa dilihat bagaimana saya bisa masuk ITB, di sini. Intinya dari segi cara saya diterima, sudah sedikit meragukan kepantasan saya menjadi mahasiswa mungkin maksud pertanyaan bukan ke situ. Pada kondisi sekarang, seperti ini, jujur saja saya pun masih tetap bingung jika diberikan pertanyaan seperti ini. Menjadi mahasiswa ITB yang ideal, tidak sesederhana memenuhi seluruh profil yang ada dalam dokumen-dokumen formal ITB maupun KM-ITB. Jangan kan menjadi “mahasiswa ITB” deh, menyandang kata maha di depan siswanya pun terkadang saya masih ragu. Karena sistem belajar saya yang masih lebih banyak di kelas ketimbang mengembangkan keilmuan saya sendiri. Saya sendiri menganggap bahwa perbedaan antara siswa dan mahasiswa itu sendiri adalah dalam cara belajarnya. Jika siswa seperti anak yang disuap makan oleh orang tuanya, namun mahasiswa bagi saya bukan cuman harus makan sendiri, tapi harus bisa memasak sendiri, bahkan harus bisa eksplor, mencari bahan-bahan baru dalam masakan apakah saya sudah sampai pada tahap tersebut? Saya merasa belum. Saya pun selain di kelas hanya membaca dari jurnal-jurnal orang lain dan browsing melalui internet. Saya sadar kekurangan saya, maka dari itulah saya ingin terus berkembang, tidak mau berdiam saja dan nyaman dengan kondisi memilih menjadi mahasiswa?Menjalani pendidikan tinggi bukan lagi tentang memilih atau tidak memilih, bagi saya. Menjalani pendidikan tinggi adalah bagian dari sebuah proses panjang menjadi manusia yang siap akan kemajuan dan perubahan zaman. Karena semakin bertambah maju zaman, ilmu pengetahuan semakin berkembang. Jika tidak diiringi dengan kita yang berkembang dan mengikuti ilmu pengetahuan, siap-siap saja kita akan menerima pahitnya hanya tentang tertipu oleh orang yang lebih pintar, tapi mempertahankan derajat kita. Berpendidikan merupakan salah satu hal yang memanusiakan manusia. Ketika pendidikan semakin maju namun kita tidak bisa mengikuti, maka siapkah kita tertinggal dari manusia lain sehingga seakan-akan tidak seperti manusia?Namun bukan berarti tidak menjadi mahasiswa merupakan salah satu hal yang dilewatkan untuk menjadi manusia. “Berpendidikan”-nya itu yang perlu digaris ITB, selalu digaungkan “Jangan jadi budak korporat!”, namun pada akhirnya kita tetap mau saja bekerja di perusahaan-perusahaan orang, mengapa?Budak korporat di sini selalu diidentikan dengan orang-orang yang akhirnya bekerja di sebuah perusahaan. Apapun pekerjaannya, di manapun pekerjaannya. Padahal tidak selamanya orang yang bekerja di perusahaan itu bisa kita cap dengan “budak korporat”.Namun yang mau saya highlight di sini yakni prinsip. Bagi saya, itu yang bisa membedakan mana yang budak korporat’ mana yang bukan. Asal masih memiliki prinsip dan idealisme yang terjaga, cukup membuat ia tidak pantas disebut sebagai budak’. Budak sendiri pada dasarnya merupakan strata terendah dari manusia. Di mana bahkan sisi kemanusiannya itu sendiri sudah direnggut oleh pihak yang mengontrolnya. Pada kondisi seperti itu, manusia tidak memiliki hak lagi untuk memilih seluruh aspek dalam hidupnya. Semua sudah harus atas perintah tuannya, bahkan tak berhak bertanya tentang apa yang budak’ yang seperti itulah yang bisa menggambarkan apa yang dimaksud dengan budak korporat. Namun di sini, pihak yang mengontrolnya korporat’ itu sendiri. Ia merasa tidak punya pilihan, bukan karena dicambuk jika tidak mengikuti, bukan karena akan disiksa jika tidak mengikuti, hanya saja ia memaknai posisi dirinya dalam korporasi seakan-akan tidak memiliki pilihan. Ia mengikuti apa yang perusahaan mau tanpa tahu apa tujuannya, mengerjakan apa yang perusahaan mau, tanpa tau apa dampaknya kepada beberapa pihak. Tanpa dari itu, bagi saya budak korporat bukan berarti semua orang yang bekerja di perusahaan multinasional atau bahkan skala nasional. Tapi mereka yang bekerja tanpa memiliki prinsip dan idealisme yang sudah dipegang sebelumnya, motivasi utama mau berorganisasi di ITB? Sementara kampus di Jatinangor, dan kegiatan kemahasiswaan banyak yang diikuti di ganesa, kok sampai rela bulak-balik?CEO Nokia saat sedang mengalami kondisi terpuruk, dalam pidato terakhirnya berkata, “we didn’t do anything wrong, but somehow, we lost”. Nokia yang dulunya berjaya, sekarang harus kalah dengan banyak brand yang bahkan dulu bukan lawan tandingannya. Mengapa demikian? Jika saya simpulkan dari banyak literatur yang pernah saya baca, mereka kurang baik dalam membaca/merespons sinyal perubahan, kurang cepat dalam berlari’, bahkan sempat mengarah ke arah yang salah. Singkatnya, Tidak Melakukan Hal Yang Lebih Daripada Yang Lain. Lalu apa hubungannya gambaran tadi dengan motivasi saya berorganisasi?Saya pernah menulis, “Bagi saya, diam artinya mempersiapkan kemunduran”. Ketika kita enggan untuk mengakselerasi seluruh atau bahkan sekadar menggali potensi kita, maka kita sedang berjalan mundur, karena orang-orang di sekitar kita terus maju kedepan, berlari. Ketika orang lain berlari semakin cepat, kita hanya diam, maka jika kita ingat konsep relativitas, pada dasarnya kita sedang mundur lebih cepat lagi. Maka dari itu, aku menolak untuk diam dan berhenti mengembangkan seperti ini, merupakan masa yang krusial dalam pengembangan diri kita. Jika secara hardskill semua orang tidak jauh berbeda, maka softskill salah satu yang bisa membedakan kita dengan yang lain. Maka dari itu, bagi saya keduanya harus seimbang. Jika hardskill saya dapatkan di bangku kuliah, membaca jurnal, dan eksplor keilmuan sendiri, softskill didapatkan dari berorganisasi, berkepanitiaan, ikut seminar, pelatihan, dan bahkan sesederhana berinteraksi dengan orang-orang. Maka dari itu, saya rela menjemput wadah pengembangan itu, selagi ada dan memang tersedia, mengapa tidak? Lelah-lelahnya tidak akan terasa jika kita sadar dengan nilai-nilai yang kita itu, tentu saja koneksi merupakan salah satu hal yang menjadi motivasi saya juga. Memiliki banyak teman, bukan sebuah kerugian bukan? Saya pun pernah mengikuti sesi sharing dari HR di sebuah perusahaan multinasional terkenal. Ia sempat menyinggung tentang LinkedIn. Insight yang saya dapatkan, ternyata HR di perusahaan-perusahaan terkenal, melihat profile kita di LinkedIn bukan hanya dari Activities, Achievement, dan lain sebagainya, namun juga koneksi kita dengan orang-orang di perusahaan apa motivasi kakak mau berorganisasi, padahal sangat menguras waktu dan tenaga? Karena saya tidak mau jadi Nokia, yang melakukan sesuatu dengan benar, namun kalah karena tidak melakukan lebih daripada yang kakak tentang 2019GantiPresidenGerakan tersebut lahir dari keinginan sekelompok masyarakat yang ingin Presiden RI sekarang, Joko Widodo, diganti pada tahun 2019. Saya cukup aneh karena gerakan ini lahir dari penolakan atau menjatuhkan orang lain, bukan dari ingin mendukung atau memajukan orang lain. Kecuali, nanti kita tahu yang dimaksud oleh gerakan 2019GantiPresiden ini maksudnya presidennya harusnya diganti dengan siapa walaupun sebenernya sudah bisa terbaca hehe.Walaupun sudah tahu nanti siapa dibalik gerakan ini, sepertinya beliau ini yang pertama kali saya coret dalam pilihan saya, karena dari awal sudah berkampanye dengan menjatuhkan orang lain dan menebarkan kebencian. Hehehe. Lagi pula, saya merasa pemerintahan sekarang cukup berprestasi, belum waktunya ganti presiden sepertinya. Kecuali Presiden KM ITB, 2019 harus segera memilih ITB? Bagaimana pandangan awal tentang ITB dan pandangan ketika sudah masuk?Pada dasarnya saya ingin menjadi seorang insinyur. Dulu sih punya mimpi ingin menjadi insinyur sipil. Membangun infrastruktur di Indonesia Timur sana. Membantu pemerataan sosial, melalui pemerataan pembangunan. Namun semakin mendekati seleksi masuk perguruan tinggi, semakin sering kehidupan ini memperlihatkan betapa menariknya keilmuan Teknik Industri. Maka saat itu saya yakin, bahwa saya akan menempuh rumpun keilmuan karena saya tinggal di Bandung, saya memilih ITB. Lagipula memang kampus ini merupakan institut terbaik bangsa, bukan?Pandangan awal saya sangat bodoh. Saya kira, dengan saya masuk ITB, derajat saya auto naik. Ternyata tidak. Saya kira, dengan saya masuk ITB, saya auto menjadi lebih pintar dengan hanya mengikuti kuliah saja. Ternyata tidak. Saya kira, dengan saya masuk ITB, saya akan menemukan banyak teman berdiskusi dengan moral dan etika yang sudah baik, ternyata tidak semuanya seperti itu, walaupun sebenarnya sudah memang bagus, namun tidak sebagus apa yang kita semua bayangkan dulu, bukan? ITB bukan sebuah mesin yang kita lewat di dalamnya, akan tiba-tiba menjadi sebuah produk unggulan. Bukan. Kita sendiri yang menentukan, bagaimana bentuk dan warna kita setelah keluarnya tanggapan mengenai pendidikan di Indonesia? Jika bermasalah, apakah memiliki solusi untuk menyelesaikan pendidikan di sini?Pendidikan Indonesia sekarang buruk? Saya kurang setuju. Pendidikan Indonesia sekarang baik-baik saja? Sayapun kurang setuju. Di sini memang kondisinya masih jauh dari kata baik. Namun perkembangannya juga tidak begitu buruk. Pemerataan terus diupayakan. Pembangunan infrastruktur untuk mendukung pendidikan bukan cuman sekolah yah, terus dibangun. Penggunaan untuk teknologi dalam berbagai kegiatannya pun sudah dilakukan. Hanya saja masih banyak yang harus dikerjakan untuk mencapai kondisi sayangnya, pembenahan dan perbaikan harus dilakukan sampai tahap-tahap dasar. Bukan hanya tahap pelaksanaannya, namun konsep pendidikan yang dibuat harus terus dievaluasi. Karena menurut saya sendiri, pendidikan di Indonesia masih terkesan seakan-akan membentuk para “pekerja”, mempersiapkan manusia-manusianya menjadi “komoditas” yang siap dipekerjakan menjadi tenaga-tenaga unggul, baknya robot. Bukan memanusiakan Belum ada. Jujur, belum berpikir sampai sana. Namun saya tidak sarankan untuk full mengadaptasi sistem pendidikan dari luar. Karena mungkin bisa saja tidak cocok jika diterapkan di Indonesia dengan kondisi masyarakatnya seperti tulisan teman saya yang juga Tim Mamet Sekolah Mentor menarik untuk dibaca untuk mendapatkan insight mengenai salah satu bagian dari pendidikan, yakni mahasiswa Memandang Mahasiswa sebagai Civitas, bukan Komoditas! — Oleh Hanafi KusumayudhaLalu ada beberapa bacaan yang menarik tentang pendidikan, salah satunya Pendidikan menurut Driyarkara, dan tentunya Ki Hajar memilih mentor? Apa yang disukai saat menjalani sekolah mentor, saat menjadi mentor, dan saat menjadi pendiklat?Awalnya bukan ingin menjadi “mentor”. Namun ingin menjadi kakak yang bisa menjadi tempat bertanya dan ada jawabannya. Saya senang berbagi. Goals saya sederhana, namun memang sulit, orang-orang menjadi terinspirasi dari apa yang saya bagikan. Saya ingin terus berbagi sepanjang hidup saya dan mentor merupakah salah satu cara yang saya ambil. Menjadi mentor bukan hanya membagikan ilmu-ilmu sudah dimiliki, tak jarang menjadi mentor merupakan wadah untuk belajar dari orang lain juga, dari mentee-menteenya yang disukai saat menjadi sekolah mentor? Pertemanan bersama camen-camen lainnya, dari sekolah mentor saya mendapatkan lingkaran-lingkaran diskusi baru yang bahkan masih sering berdiskusi sampai yang disukai saat menjadi mentor? Momen pertama kali bertemu mahasiswa-mahasiswa baru di Lapangan Saraga. Seakan-akan semua yang sudah saya lakukan di Sekolah Mentor, terbayarkan saat itu juga. Menemani mereka dan berbagi tentang KM-ITB kepada mereka, merupakan momen yang tak ternilai yang disukai saat menjadi pendiklat? Walaupun terlihat lelah, namun di sini kami mendiklat dengan rasa penuh kebahagiaan. “Jiwa mentor” yang membahagiakan seakan-akan terus ada dalam tubuh kami, menjiwai dalam setiap prosesnya, dari rapat sampai malam hingga harus datang pagi untuk briefing. Bagi saya bahkan ini sejenis terapi karena saat menjalankannya berada di sekitar orang-orang yang berbahagia, sehingga jiwa ikut sehat’. Walaupun menilai tugas-tugas itu sulit, brainstorming itu melelahkan, namun… ya tadi, jiwa penuh kebahagiaan tetap berada dalam diri kita, sehingga tidak sampai lelah yang membuat jiwa kita tak kakak menjadi mahasiswa baru, bagaimana memandang OSKM saat itu INTEGRASI? Apa esensi diadakannya OSKM? Lalu apa Esensi Lorong Massa di OSKM ITB 2018?Mungkin untuk jawaban lebih tepatnya, ini bisa ditanyakan kepada para pengurus OSKM, Kabinet, atau Kongres. Tapi ini petanyaannya dari point of view saya sebagai maba ya. saya saat menjalani INTEGRASI OSKM, esensi yang saya dapatkan dari menjalaninya yakni sesederhana saya dikenali dengan KM-ITB dengan berbagai wadah kemahasiswaannya. Selain itu memperkenalkan mahasiswanya dengan identitasnya sendiri. Kegiatan yang paling bermakna bagi saya ketika turun langsung ke lingkungan sekitar ITB. Saat itu saya kebagian di Kebon Kembang, tempatnya berada di samping Balubur Town Square. Di sana saya baru menyadari bagaimana timpangnya kehidupan di Kota Bandung. Baru di Kota Bandung, saya belum diperlihatkan dengan daerah-daerah 3T terdepan, terluar, tertinggal. Kasarnya, menyadari “realitas” yang ada. Di situ benar-benar terasa bahwa sebagai mahasiswa kita harus menjadi salah satu yang menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Di situlah saya menyadari bahwa Integrasi berperan untuk memantik semangat-semangat berkemahasiswaan para pesertanya. “Ini ada masalah, masa kamu mau diam saja sih, kamu punya potensi loh. Kami pun punya wadahnya”, mungkin itu yang ingin disampaikan saya memandang OSKM ya tidak berbeda jauh. Ini tahap orientasi untuk mereka para mahasiswa baru. Mereka diperlihatkan dengan realitas bangsa, diberi tahu bagaimana harusnya, diperkenalkan dengan KM ITB dengan berbagai wadahnya yang bisa mereka gunakan untuk menjadi wadah pengembangan diri dan pencarian solusi atas seluruh masalah yang sebelumnya diperlihatkan. Untuk para panitianya pun, bisa menjadi wadah pengembangan diri untuk memenuhi profil-profil yang perlu dicapai dan menjadi gerbang untuk masuk kepada tahap/jenjang yang baru. Mungkin hanya esensi lorong massa? Awalnya menurut saya sesederhana memperkenalkan mahasiswa baru kepada warna-warni KM-ITB. Namun mengapa harus sebuah lorong yang penuh dengan tindakan-tindakan… ya Anda tau sendiri seperti apa, saya tidak perlu mendeskripsikannya di saya berdiskusi dengan Tim Materi dan Metode Sekolah Mentor, insight baru saya dapatkan. Esensi lorong massa itu untuk menetralkan. Dari apa? Untuk menetralkan dari cap-cap yang sudah melekat sebelumnya pada mahasiswa baru. Saat mentoring dan penyambutan awal pasti mereka sudah ditinggi-tinggikan, “kamu itu iron stock, guardian of value, agent of change … pemuda-pemudi harapan bangsa … yang terbaik yang dimiliki bangsa … yang bisa menyelesaikan masalah di masyarakat”, dan banyak hal lainnya yang meninggikan para mahasiswa baru ketika menjalani proses penerimaan. Menetralisir, walaupun saat di sekolahnya selalu menjadi juara, namun sebenarnya mereka ini baru menjadi mahasiswa, belum mengembangkan diri kita lagi, belum berbuat banyak, masih banyak yang harus dilakukan untuk mendapatkan title diturunkan ke sekitar lingkungan masyarakat pun mungkin hanya mereka yang merasa bisa menjadi penyelesai masalah mereka. Namun di kampus, mereka disadarkan bahwa ternyata masih ada pihak-pihak yang lebih tinggi, yakni para pendahulu-pendahulu mereka di kampus, kakak-kakak tingkat mereka sendiri. Karena kalau bukan massa kampus, siapa lagi yang akan menyadarkan para mahasiswa baru hanya itu yang bisa saya jawab. Terima kasih banyak kepada yang lain yang sudah memberikan pertanyaan. Maaf tidak semua bisa dijawab. Maaf juga tidak menyantumkan nama dari orang-orang yang lagi diingatkan, jawaban di atas merupakan opini pribadi, bukan jawaban template’. Jadi mungkin bisa banyak sekali menjalani sisa-sisa proses yang harus dilalui, wahai Calon Mentor OSKM ITB 2018. Semoga apa yang sudah dibagikan, bermanfaat, bukan hanya untuk OSKM, tapi untuk kedepannya juga.
Halo, Edufrens! Kembali lagi dengan artikel kakak yang semoga tidak membuat kamu bosan, ya. Pada artikel sebelumnya, kakak membahas mengenai pertanyaan saat expo campus. Nah, pada artikel kali ini kakak akan membahas tentang beberapa pertanyaan yang masih sering dipertanyakan mahasiswa baru. Iyap, benar sekali. Sesuai dengan judul artikel ini kakak akan membahas mengenai pertanyaan seputar mahasiswa baru. Hmm, bagi kamu calon mahasiswa baru wajib banget nih baca artikel ini sampai selesai. Sebagai mahasiswa baru tentunya, kamu akan memiliki banyak pertanyaan mengenai dunia yang menurutmu sangat baru, bukan. Masa transisi dari sekolah formal ke masa perkuliahan yang mana masa ini dikenal sangat bebas dan kamu harus sadar apa yang menjadi kebutuhan kamu. Yang biasanya diperhatikan guru, kali ini harus berbalik kamu yang harus memperhatikan dosen. Pun, kamu harus mencari informasi sendiri mengenai sesuatu hal yang ingin kamu ketahui. Tapi tenang saja, edufrens. Pada artikel kali ini, kakak akan memberi kamu informasi umum mengenai pertanyaan seputar mahasiswa baru. Walaupun tidak terlalu lengkap, semoga bisa membantu kamu menemukan jawaban yang selama ini kamu cari. Kira-kira apa saja, yuk kita bahas. 4 Pertanyaan seputar mahasiswa baru yang sering ditanyakan Yah, dari namanya saja mahasiswa baru. Pasti banyak hal-hal baru yang mesti kamu ketahui untuk mempersiapkan dunia baru. Iyap, dunia perkuliahan tentunya sangat berbeda dengan dunia sekolah formal yang kamu jalani saat ini. Tapi tenang, kita akan bahas pertanyaan seputar mahasiswa baru satu persatu, ya. 1. Pada jurusan X akan belajar apa saja, ya? Pertanyaan ini sangat sering ditanyakan pada sesi apapun, jika kamu pembaca setia artikel pada blog Widya Edu pasti pertanyaan ini sering muncul. Kakak yakin, kamu adalah salah satu dari banyaknya Edufrens yang menanyakan pertanyaan ini. Untuk kamu sebagai mahasiswa baru di suatu jurusan pasti memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mengenai jurusan tersebut. Pertanyaan ini bisa kamu tanyakan dengan orang yang kuliah dengan jurusan yang membuat kamu tertarik. Bisa dengan senior atau alumni yang kamu kenal, atau mengikuti webinar konsultasi jurusan seperti yang ada di Widya Edu. Tidak hanya membahas mengenai akan belajar apa saja pada jurusan tersebut, kamu juga bisa menanyakan gambaran kuliah dan suka duka kuliah di jurusan tersebut. 2. Bertanya mengenai organisasi atau komunitas kampus yang menarik? Pertanyaan seputar mahasiswa baru yang paling sering ditanyakan adalah organisasi kampus yang menarik. Karena terlalu sering melihat updatean para senior yang kelihatannya menyenangkan. Seperti menjadi panitia sebuah acara, entah itu acara seperti konser, pengabdian masyarakat, seminar, dan masih banyak lagi. Selain itu, sering kali kakak melihat para senior yang tiba-tiba jadi suka naik gunung setelah mereka menjadi mahasiswa. Kamu bisa menanyakan hal ini, jika kamu ingin menjadi mahasiswa aktif di kampus seperti senior kamu, loh. Siapa tau dengan mengetahui hal semacam ini, akan meningkatkan semangat kamu untuk bisa kuliah di jurusan tersebut atau kampus yang sama dengan senior kamu. 3. Kegiatan rutin kampus apa yang bisa diikuti atau wajib diikuti sebagai mahasiswa kampus tersebut? Pertanyaan seputar mahasiswa selanjutnya adalah kegiatan rutin yang ada di kampus. Biasanya pada sebuah kampus pasti memiliki acara rutin yang terkenal banget. Entah itu, acara fakultas, jurusan, bahkan universitas pasti ada, kan. Hal ini perlu banget kamu ketahui karena akan banyak sekali hal seru pastinya. Kamu bisa lebih mengenal kampus, fakultas atau jurusan kamu dengan mengikuti kegiatan rutin tersebut. Misalnya, kakak pernah mengikuti kegiatan rutin tahunan dari jurusan bahasa korea UGM. Kegiatan rutin tersebut bernama “Korean Festival Day”. Selain acaranya seru, kamu juga bisa mendapat teman baru, loh. Kenalan dengan teman baru dan memiliki hobi yang sama sangat seru karena kamu akan lebih mudah dalam mencari topik pembicaraan. 4. Menanyakan akomodasi selama kuliah di jurusan X? Nah, untuk pertanyaan seputar mahasiswa baru yang terakhir adalah akomodasi selama kuliah. Selain kamu harus mendiskusikan ini kepada orang tua kamu, kamu juga bisa mendapat gambaran dari senior kamu yang tentunya mengetahui akomodasi selama kuliah di jurusan tersebut atau kampus dimana senior kamu kuliah. Kamu juga bisa bertanya mengenai beasiswa apa saja yang di kampus yang kamu inginkan pada seniormu nanti. Informasi ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi kamu yang ingin melanjutkan kuliah, tetapi terkendala biaya. Nah, beberapa pertanyaan seputar mahasiswa baru di atas bisa kamu tanyakan pada senior, kenalan, hingga alumni kampus yang kamu kenal. Jika kamu tidak memiliki kenalan yang kuliah di jurusan atau kampus yang kamu inginkan. Kamu bisa mengikuti sesi konsultasi jurusan yang ada di Widya Edu, ya. Untuk mendapatkan sesi tersebut, kamu juga bisa loh membeli paket belajar yang ada di Widya Edu. Pada paket kelas tersebut kamu bisa mendapatkan banyak benefit, khususnya benefit bisa melakukan konsultasi jurusan. Setelah membahas topik inti mengenai pertanyaan seputar mahasiswa baru, kurang lengkap rasanya kalau belum memberi tahu informasi penting, tips, hingga rekomendasi. Kali ini kakak juga mau membagikan hal-hal yang perlu kamu siapkan sebelum menjadi mahasiswa baru. Yuk di simak. Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum menjadi mahasiswa baru Siapa yang di sini setuju bahwa menjadi seorang mahasiswa adalah momen-momen yang paling ditunggu? Bagi kamu yang setuju dengan hal tersebut, wajib tau nih hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menjadi mahasiswa baru. Berikut adalah hal-hal yang perlu kamu persiapkan, Yang pertama, Jangan Passive. Dunia perkuliahan dengan dunia bangku SMA tentunya sangat berbeda, Edufrens. Jadi, buat kamu yang masih merasa passive ketika SMA harus mau keluar dari zona ini, yaaa. Ketika kita masih duduk dibangku sekolah selama 12 tahun, seringkali kita diberi dari sekolah. Misalnya, seragam, tugas, ujian yang terjadwal dan lainnya. Berbeda dengan dunia perkuliahan, yang mana kita harus aktif dalam hal apapun sampai hal terkecil yaitu mencatat apa yang dosen katakan. Yang kedua, manajemen waktu yang baik. Ketika masih di bangku SMA semua waktu belajar kita sudah terjadwal. Hal ini, sangat berbeda dengan dunia perkuliahan tentunya. Karena seringkali jadwal perkuliahan jamnya tidak menentu. Bisa saja, kelas kuliah yang tadinya pagi berganti jadi sore. Belum lagi, jika ada jadwal kuliah yang bertabrakan dengan jadwal kuliah lain. Tidak berhenti sampai di situ saja, bagi kamu yang hobi berorganisasi harus benar-benar memiliki manajemen waktu yang baik agar tidak ada yang ketinggalan. Yang ketiga, cari tahu tentang jurusanmu. Sebelum kamu benar-benar masuk di jurusan pilihanmu. Mencari spoiler tentang jurusanmu itu penting, agar kamu mempunyai persiapan. Selain persiapan, hal itu akan membuat kamu lebih mudah untuk beradaptasi. Nah, untuk hal-hal yang harus kamu cari tahu spoilernya adalah lingkungan kampus kamu, sistem mengajar, sistem penilaian, pergaulan sampai lifestyle anak-anak yang ada di jurusanmu. Yang keempat, perbanyak relasi. Hal yang harus kamu pelajari lagi adalah bersosialisasi agar mendapat banyak teman. Memiliki banyak relasi akan sangat menguntungkan di beberapa kondisi. Khususnya, pada kondisi ketika kamu kesulitan mengerjakan tugas atau jika kamu membutuhkan sebuah informasi penting. Jadi, kamu harus lebih percaya diri dalam bersosialisasi agar kamu mendapat banyak relasi. Yang kelima, ketahui passion-mu. Pada masa perkuliahan ini adalah masa yang tepat untuk mencoba banyak hal baru. Tentunya, hal-hal yang positif yang bisa menunjang masa depan kamu. Dengan mengetahui passion-mu kamu akan lebih mudah hal apa saja yang ingin kamu coba dan explore. Untuk melakukannya kamu bisa mengikuti organisasi, non-akademis, lomba dan masih banyak lagi. Jadi, kamu wajib banget memanfaatkan waktu kuliahmu. Akan lebih bagus lagi jika kamu menuliskan goals apa saja yang ingin kamu capai. Itu tadi adalah beberapa hal yang bisa kamu persiapkan sebelum menjadi mahasiswa dan pertanyaan seputar mahasiswa baru yang bisa kamu jadikan sebagai referensi. Referensi pertanyaan seputar mahasiswa baru
maba pertanyaan senior untuk May 02, 2023 Review Of Pertanyaan Maba Untuk Senior 2023. Di sini pun saya mempersilahkan untuk para pendiklat sekolah mentor menjawab pertanyaan yang sama, untuk memberikan insight dari sudut. 5 pertanyaan pantang ditanyakan maba ke kating, yang terakhir sensitif banget!Top Pertanyaan Maba Untuk Senior, Terbaru! from rencana anda ke depan! Kasih pesan yang akan anda sampaikan kepada maba2 baru. P2k ospek apakah wajib untuk seluuh maba?Katanya Kalian Agen Of Change?Bahkan bisa memiliki sudut pandang lain. “maba sekarang tidak hormat ya terhadap senior”. Konsultan pendidikan tersebut bisa membantu pendaftaran untuk universitas mana saja?Belajar Mu Dlm Waktu Berapa Bulan? JawabanNah berikut ini kita sediakan beberapa pertanyaan yang bisa kamu tanyakan. Adapun beberapa hal penting yang harus anda persiapkan saat sesi wawancara kuliah berlangsung. Mas harrits, di ugm ada dkv Pertanyaan Pantang Ditanyakan Maba Ke Kating, Yang Terakhir Sensitif Banget!Tidak hanya membahas mengenai akan. Maba?yang saya tahu maba adalah singkatan dari mahasiswa baru. Kamu harus tetap menjaga sikap dan perkataan saat ospek berlangsung.“Maba Tidak Berusaha Menyapa Atau Mengingat Nama S Lanjutkan pesan yang akan anda sampaikan kepada maba2 baru. Bisa dengan senior atau alumni yang kamu kenal, atau mengikuti webinar konsultasi jurusan seperti yang ada di widya edu. P2k ospek apakah wajib untuk seluuh maba?Terungkapsosok Senior Yang Bentak Maba Saat Ospek Onlne Unesa, Kondisinya Kini Mengkhawatirkan Malahan Hingga Sore Ini Topik Maaf Maaf Dan banyak yang harus kamu tanyakan? 0 sebagai mahasiswa baru atau mahasiswa baru, tentunya. Jadi, kegiatan selama ospek itu pure untuk memperkenalkan maba ke lingkungan kampus.
pertanyaan maba untuk senior