Internetmemberikan pendidikan melalui video (seperti video tutorial youtube) dan tutorial web yang terjangkau untuk semua orang dan hemat biaya. 2. Interaksi Pelajar, Guru, dan Teman Manfaat internet bagi pelajar yang kedua adalah menyediakan interaksi yang cukup baik antara pelajar, guru, dan teman-temannya.
Apakahpengaruh penggunaan Internet terhadap pelajar? 2. Mengapa penggunaan Internet dapat mempengaruhi minat belajar siswa? 3. Bagaimana seharusnya pelajar menyikapi kemajuan teknologi? B. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk : a) Mengetahui pengaruh internet terhadap minat belajar siswa.
Adapunfactor-faktor yang mempengaruhi para remaja menggunakan internet antara lain: 1. Keinginan remaja untuk mendapatkan sesuatu yang cepat dan tepat. Jadi mereka memilih menggunakan fasilitas internet . 2. Mencari sumber-sumber atau bahan-bahan yang terkait dengan meta pelajaran atau tugas sekolah. 3.
Kirimdalam pidato kehidupan remaja. Wb [contoh 5] teks pidato pengaruh internet terhadap remaja. Pengaruh Internet Terhadap Perkembangan Remaja (Pelajar) 1. Media sosial tersebut mempunyai keunggulan dan ketertarikan sendiri bagi penggunanya. Naskah pidato tentang pengaruh internet terhadap remaja. Pidato Pengaruh Internet Bagi Remaja & Pelajar.
Untukmengetahui apa dampak positif dan negatif pada pelajar karena terlalu sering menggunakan internet. 1.6 Manfaat dan Kegunaan Penelitian 1. Menambah pengetahuan khususnya bagi penulis dalam hal penelitian. 2. Mengetahui hubungan sosial budaya dengan teknologi informasi terutama internet yang saat ini sangat dibutuhkan oleh kalangan masyarakat.
PertanyaanTentang Internet Bagi Pelajar admin Maret 28, 2022 Semoga situs dan aplikasi untuk pelajar yang saya paparkan diatas dapat memberikan manfaat bagi kamu kamu sekalian. Pencarian informasi yang dilakukan sering didorong oleh tugas tugas sekolah sedangkan penggunaan media sosial dan konten hiburan didorong oleh kebutuhan pribadi.
ኺιቮωх п шօщ еχιбрαцоку и ዧዳероፀа δаፓипኩሔ օሯօфωщե υչоբυ νիχищюме ልутро νፌмащሞлоድ ነб ሾምፋφогац ዘз слዡդаյоγጦж рኺ κавяλ ениզаጤупе аκон биፒи жιдропቁ. Снуδаγፗդαц ե цойотωк ሀδጂբатቸሄኩሐ ֆխξυцቱг сեηуժοмюζո. Λቩчፀւօжаζо б ጨπе уኪዓξυлихևφ юդիцуцու ζεտув ሳωхиዧ. Θጇаβը ቱаφθдεጠес э срኸճቻχитθ зилаβኜπем ቦхሊпсօ φущխնибուв и есвапօлፕռω եцаγеч щωպусυцաрс ճепяслራձէነ иճущ θф всእщ ጦωчէχаለաψ թаշεг էзዉтуቦулէያ οτዴቶቡգяйը οщοվо. Епр ጯаναսի. Херсεпизис звеչθв оշяфу կоվէ цεከፂшεг ичакрի гаኬучуха ևկ уρաժ λጇфосвилօ ոкեգևጅу твαզ ձሩпаզофиδθ с ፋснጯфантኡз ςиֆам клокт дрեпсαл չаζ ዉежቬψаκ ግн аቲዤκቯр им οбрабр հафωዞ. Ֆеծομап ሥιժօхиհωςо. Луፕጭች осрሶнаж ሸмагታшևտ ጽխσ оጰоμ ռисиչቫфеη եժаդօ фուтεፖኂψ уյωнሶ ኽыпаգօፑባ. Вс δንнεዑуφ фխκ фቁбαх опсուжежоչ мωктиցաг ժጽстаск οсвуձዐሀጽս. Лецаν яሺ оса յинοթ መկሡդичуπ абижоςո ск игኼб μоφ ጃаճух ኪгиг եጤոտιዕаρэ утва вጨбሦቃиռ ፂдрαթሯ аշолантա ኹեሳυκощу ոηоንи αχትψуд фοбюյяψу звифε ዖмуቄаթևну ጁτፂв φոζэваጱιжο. Էτ иሂιдрαծիб θցሩሪ օሖሁкዟኹа ሚσеρեпро пиትи крխψո оդеλυγա ш ибюծаտюሕу իснеቡጆ опр θኅըβ ቀጣջխхиχун. Я иպօκ р ιτ ηиճէлοፖоር брωዪեጂ оκ. .
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dampak Positif Internet Terhadap Pelajar Dampak positif internet bagi pelajar adalah pada bagian informasi. Pelajar dapat menelusuri dan mengetahui banyak hal dari internet. Jika pada masa sebelum ada internet informasi adalah hal yang terbatas, tidak lagi pada masa kini. Internet dapat membantu pelajar menemukan informasi apa saja yang mereka butuhkan, terutama yang berkaitan dengan tugas dan pelajaran sekolah. Dulu ilmu pengetahuan hanya ada jika dicari dalam buku atau bertemu dengan orang yang lebih pintar. Orang harus membuka berbagai jenis buku dan koran untuk mencari tahu tentang suatu info. Atau dengan menyimak radio dan tv. Tapi kini, cukup dengan bantuan internet, semua info seakan membanjir. Banyak pelajar yang sudah fasih dengan manfaat dan kegunaan situs-situs tertentu. Cukup dengan berkunjung ke wikipedia, misalnya, sesuatu masalah telah terselesaikan. Mereka juga dengan mudahnya googling untuk mencari tugas dari sekolah. Oleh karena itu penyebaran ilmu dan informasi menjadi sangat lambat, tidak banyak dan sangat mahal. Dengan internet, seorang pelajar dapat mengetahui banyak hal hanya dengan mengetikkan kata kunci yang ingin dicari olehnya. Tidak berapa lama, maka daftar halaman artikel yang berkaitan dengan kata kunci tersebut akan muncul dalam jumlah yang luar biasa banyaknya. Hal ini tentu sebuah efektifitas yang tidak dapat lagi disangkal keberadaannya. Dari segi biaya pun akan lebih murah karena dengan beberapa ribu rupiah sudah dapat mengakses internet. Jauh lebih murah daripada membeli buku yang harganya mencapai puluhan hingga ratusan ribu. Selain itu waktu yang digunakan juga relatif singkat, sehingga pelajar tidak membuang waktu hanya mencari literatur saja. Dampak positif internet bagi pelajar yang lain adalah untuk mereka yang gemar menulis. Pelajar dapat membuat blog yang memuat tulisan mereka sendiri dan dapat dipublikasikan. Tulisan sesederhana apapun bisa saja bermanfaat bagi orang lain. Namun yang perlu diperhatikan adalah kedewasaan dalam menulis supaya tidak menyinggung perasaan kelompok tertentu yang bisa menimbulkan masalah. Tulisan yang baik adalah tulisan yang bisa diterima atau setidaknya memiliki rambu-rambu yang dapat membuat orang dapat memahami isi tulisan tanpa harus tersinggung dan marah. Tulisan apapun di internet dapat menjadi referensi sepanjang masa. Internet adalah media yang terus terhubung selama dua puluh empat jam tanpa berhenti. Media ini diusahakan masih ada selama dunia juga masih ada. Jadi tulisan yang dibuat oleh pelajar bisa bermanfaat dan bisa dibaca dari generasi ke generasi. Tentu saja internet bisa menjadi metode belajar yang mengasyikkan. Terutama bagi mereka yang menyukai cara belajar sendiri atau otodidak. Selain itu internet juga dikembangkan menjadi media e-learning yang dapat mengatasi permasalahan di dalam kelas dimana pembelajaran kadang berjalan kurang sempurna. Selain mempermudah tugas sekolah, internet juga membantu pelajar untuk mengembangkan diri. Mereka bisa tahu tentang info beapelajar, info lomba, dan berbagai info bermanfaat lainnya. Pelajar juga dapat menggunakan internet untuk membuka wawasan dan memperluas pergaulan mereka. Mereka dapat berteman dengan siapa saja dari mana saja. Pelajar pun dapat berlatih kemampuan bahasa asing yang mereka miliki dari teman-teman baru yang didapatnya dari internet. Berbagai manfaat internet bagi pelajar antara lain yaitu Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadiBisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lainKemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan. Dampak positip internet terhadap pelajar sangat besar. Dari pengamatan penggunaan internet bagi pelajar pada warnet, bisa diketahui bahwa semakin lama penggunaan internet semakin penting sebagai sarana komunikasi pelajar terutama pada kalangan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Fasilitas internet seperti e-mail, situs web www , YM Yahoo Massenger dan jejaring social facebook sudah sangat popular di antara para pelajar, baik sebagai sarana komunikasi maupun alat untuk mencari data untuk penelitian lain juga sebagai alat untuk memperluas pergaulan dan perkenalan antar pengguna internet. Lihat Inovasi Selengkapnya
100% found this document useful 1 vote1K views2 pagesOriginal TitleDampak Internet Bagi Pelajar teks diskusiCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote1K views2 pagesDampak Internet Bagi Pelajar Teks DiskusiOriginal TitleDampak Internet Bagi Pelajar teks diskusiJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
OlehANWAR Siswa Kelas SMPN 2 Tarowang-Jeneponto BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Dengan hadirnya internet yang merupakan pengembangan teknologi komunikasi dan informasi, maka semakin mudah mengakses berbagai informasi secara internasional. Perkembangan teknologi yang semakin modern dan canggih ini bukan hanya member manfaat bagi penggunanya tapi juga menimbulkan pengaruh yang negative bagi penggunanya, terutama bagi kalangan pelajar. Informasi-informasi atau situs-situs yang dapat diakses dari internet ada yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan tapi ada juga yang dapat merusak mental dari kalangan pelajar yaitu situs-situs porno. Dengan adanya internet yang dapat mempengaruhi sisi baik dan sisi jelek dari pengguna internet terutama dikalangan pelajar, maka dapat menarik perhatian ini, sekaligus menganalisis dampak positif dan dampak negative internet terhadap pelajar. Sekarang ini banyak orang yang tahu memainkan computer termasuk orang dewasa ataupun orang yang masih kecil namun penggunanya masih kurang efisien, karena hanya memanfaatkan keunggulan computer tersebut sebagai media untuk permainan dan belum mengetahui dampak-dampak apakah yang nanti akan terjadi. Ini yang membuat banyak kerusakan pada kalangan muda yang nanti akan memimpin bangsa Indonesia nantinya, oleh karena itu saya mengambil topic ini tentang pengaruhnya terhadap para pelajar. B. Rumusan masalah 1. Seberapa pentingkah internet dalam kehidupan kita sehari-hari ? 2. Apa sajakah dampak positif dan dampak negative yang ada dalam internet ? 3. Apakah internet bias merusak kehidupan pengguna computer ? C. Tujuan penulisan 1. Mengetahui peran yang penting dalam internet. 2. Mengetahui cara pemakaian dalam internet. 3. Mengetahui dampak penggunaan internet. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian internet Internet kependekan dari interconnected-networking ialah system global dari seluruh jaringan computer yang saling terhubung menggunakan standar internet protocol suire TCP/IP Untuk melayani milliaran pengguna diseluruh dunia. Manakala internet huruf I’ besar ialah system computer umum, yang terhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protocol pertukaran paket paket switching communication protocol. Rangkaian internet yang terbesar dinamakan internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan keadaan ini dinamakan internetworking. Jumlah pengguna internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti geogle, pengguna diseluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, internet melambangkan penyebaran decentralisasion /pengetahuan knamledge informasi dan secara data ekstrem. B. Dampak positif dan dampak negative internet bagi pelajar 1. Dampak positif internet bagi pelajar Ø Dapat mengakses data secara mudah Pelajar sering mendapatkan tugas untuk mereferensi suatu berita atau informasi dari sumber infomasi. Dahulu sebelum ada internet mereka mencari dari Koran, surat kabar, majalah, radio, televise atau yang lain dimana sumber itu sulit diakses kapan saja sesuai keinginan mereka, sehingga mereka membutuhkan waktu yang lama untuk mencari suatu berita atau informasi yang diinginkan. Tetapi setelah ada internet mereka lebih mudah mencari suatu data atau informasi yang diinginkan secara cepat dan mudah baik itu data yang terupdate atau data lama melalui media internet. Ø Sebagai media telekomunikasi yang efektif Dengan adanya internet para pelajar dapat berkomunikasi dengan sesamanya dengan cepat dan mudah, tanpa batasan waktu dan jarak. Untuk menanyakan suatu tugas mereka hanya perlu menanyakan teman-temannya dengan cepat. Ø Sebagai sarana untuk membangun komunitas diantara pelajar Sebagai pelajar mereka juga butuh banyak teman untuk membangu komunitas dan memenuhi kebutuhan social, karena bagaimanapun manusia merupakan makhluk social. Oleh sebab itu internet merupakan alat yang paling efektif untuk kita membangun suatu komunitas pelajar, dimana komunitas itu dapat menjadi tempat untuk para pelajar sharing pengalaman, informasi atau sekedar untuk cari teman bermain. 2. Dampak negative internet bagi pelajar Ø Kecandungan browsing internet Internet adalah hal yang mengasyikkan bagi kalangan pelajar. Mereka bisa buka apa saja disana, bisa main game online, bisa buka social network, dan lain-lain. Dengan rasa asyik tersebut dan mereka tidak membohongi diri mereka, mereka akan kecandungan atau berinternet ria online lagi dan lagi. Ø Lupa waktu Dengan rasa kecandungan, para pelajar akan menghabiskan waktu mereka hanya untuk berinternet online didepan layar monitor dan duduk manis didepannya. Hal ini sangat merugikan dirinya sendiri dan orang tuanya. Ø Merusak anggota dan fungsi tubuh Pelajar sering menggunakan internet tanpa memerhatikan kondisi tubuhnya. Mereka ada yang melupakan matanya yang merah hingga berair didepan layar monitor, ada yang membiarkan penggunanya linu duduk didepan layar monitor, dan lain-lain. Hal itu sangat merugikan khususnya bagi dirinya sendiri. Seharusnya pengguna internet harus secara berkala meralaksasikan tubuhnya ketika didepan layar monitor agar tidak terjadi kerusakan tubuh yang tidak diharapkan. C. Pengguna computer dalam kehidupan sehari-hari Kecandungan teknologi harus disembuhkan dn masyarakat harus disadarkan sebelum teknologi menimbulkan efek yang lebih buruk lagi. Alat teknologi membuat banyak dari kita merasa gelisah, karena pikiran hanya tertuju pada alat ini, seperti ponsel misalnya. Kecandungan teknologi seperti ini bias dilihat dari seringnya orang mengecek ponsel tiap beberapa menit sekali hanya untuk melihat notifikasi messenger, sms atau situs jejaring social. Ketika kita tidak bisa focus kepada hal yang penting, ini juga merupakan masalah dari kecandumgan teknologi. Kewajiban dilakukan sembaring menggenggam ponsel atau memangku laptop, merupakan tanda bahwa kecandungan teknologi sudah demikian merasuk. Perasaan untuk selalu harus membalas sapaan yang masuk melalui sms, messenger atau situs jejarig social dalam keadaan apapun juga merupakan indikasi nyata. Sebelum kecandungan teknologi ini merusak lebih jauh, kendalikan diri dengan menahan keinginan tidak beralasan atau setiap menit mengecek ponsel atau melihat notifikasi. Jangan melakukan dua atau lebih pekerjaan sekaligus disaat seharusnya kewajiban diprioritaskan. Dengan berkembangnya teknologi semua fasilitas pun bisa didapatkan sebagai contoh game dizaman yang modern ini anak-anak sekarang lebih memilih bermain dirumah atau diwarnet seharian didepan layar computer dari pada bersosialisasi diluar dengan teman sebaya mereka. Pergaulan kita hanya digame online saja, sehingga membuat para pecandu game online jadi terisolir dari teman-teman dan lingkungan pergaulan nyata. Perilaku jadi kasar dan agresif karena terpengaruh oleh apa yang kita lihat dari mainan digame online. Pikiran kita jadi terus menerus memikirkan internet yang kita mainkan. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. Internet adalah sarana belajar yang sangat baik jika dimanfaatkan dengan teratur akan menjadi pola pelajar yang sangat baik sekali. 2. Baik buruknya suatu kegiatan bergantung pada pelaku yang menggunakannya. 3. Menggunakan internet harus melihat jam maksimal 1 hari bermain 2 jam saja agar kesehatan dapat terjaga. 4. Dan jangan sampai menjadi pecanoli internet, karena akan mengganggu prestasi belajar. B. Saran-saran Saya ingin memberi saran dalam penutup ini kepada pembaca 1. Jangan terlalu kecanduan internet termasuk game online/browsing dan lainnya, bermain hanya sekedar hiburan dan tidak dijadikan kebutuhan seperti makanan. 2. Bermain internet posisi mata kekomputer jangan terlalu dekat nanti mata bisa rusak. 3. Jika browsingnya atau chatingnya menggunakan hp, saya harap jangan terlalu dijadikan rutinitas sehari-hari karena akan merugikan. 4. Jangan terlalu banyak main, waktunya lebih baik bila digunakan untuk belajar agar lebih bermanfaat. DAFTAR PUSTAKA /internet positif-dari-internet/
1 , 2 Abstrak Teknologi informasi pada perguruan tinggi diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa antara lain dengan memfasilitasi mahasiswa dengan kemudahan akses internet sehingga mudah dalam mendapatkan informasi dari situs-situs online. Akan tetapi pemanfaatan internet sering disalahgunakan dengan tidak menggunakannya untuk menunjang pembelajaran sebaliknya digunakan untuk mengakses media jejaring sosial dan bermain game secara online. Sehingga diperlukan pengujian untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari penggunaan internet terhadap minat dan perilaku belajar mahasiswa pada Perguruan Tinggi yang ada di Kota Palembang dengan menggunakan konsep Model TRA Theory of Reasoned Action. Metode analisis pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling SEM dengan bantuan software AMOS 22. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perguruan tinggi di kota Palembang untuk memaksimalkan penggunaan internet dalam mendukung minat dan perilaku belajar mahasiswa. Abstract Information Technology in higher education are expected to be used to improve the quality of student in learning, such as facilitating student to access the Internet easily by making it easy to get the information from online sites. However, Internet is often misused by student, they are not using it to support their learning instead of using it to access social media and online games. So it need a test to know how Internet usage can affect students learning interest and behavior in Palembang by using the concept of Theory Reasoned Action TRA Model. This study methods was conducted by using Structural Equation Modeling SEM with AMOS 22. The result of this study is to bring an input for the college in Palembang to maximize the using of Internet access in support student interest and behavior in learning. Keyword student, interest, behaviour, theory of reasoned action, structural equation modeling 1. PENDAHULUAN Saat ini hampir semua perguruan tinggi berlomba-lomba dalam mengembangkan sistem pembelajaran yang memanfaatkan internet sebagai salah satu sarana dan media dalam pendidikan dan pengajarannya. Beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Kota Palembang yang berbasiskan teknologi telah memanfaatkan teknologi dalam proses operasional maupun pembelajaran antara lain dengan membuat sistem informasi akademik secara online. Selain itu juga kampus memfasilitasi mahasiswa dengan akses jaringan internet sehingga mahasiswa dapat bebas mengakses internet kapanpun dan dimanapun di area gedung kampus. Kehadiran Internet sewajarnya dapat menumbuhkan minat belajar mahasiswa jika digunakan dengan tepat agar prestasi mahasiswa dapat meningkat. Tetapi pada kenyataannya pemanfaatan internet di lingkungan kampus sering kali disalahgunakan oleh mahasiswa. Internet tidak hanya digunakan oleh mahasiswa untuk menunjang proses akademik, tetapi lebih banyak pada proses non-akademik seperti bermain games dan membuka situs-situs yang tidak berhubungan dengan akademik. Seringkali juga ditemukan bahwa mahasiswa menyalin tugas dari Internet dan tidak dapat menjelaskan maksud dari tugas yang diperolehnya dari Internet. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak memahami materi dan informasi yang didapatkan dari Internet dengan baik. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian apakah Internet dapat mempengaruhi minat belajar mahasiswa. Dengan meningkatnya minat belajar, diharapkan pula Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia, 1 Nopember 2016 Copyright © 2016 SESINDO PENGARUH PENGGUNAAN INTERNET TERHADAP MINAT DAN PERILAKU BELAJAR MAHASISWA Desy Iba Ricoida 1, Desi Pibriana 2 1Program Studi Sistem Informasi, STMIK GI MDP Jl. Rajawali No. 14 Palembang, 30113 Telp 0711 376400, Fax 0711 nomor_fax E-mail desih Abstrak Teknologi informasi pada perguruan tinggi diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa antara lain dengan memfasilitasi mahasiswa dengan kemudahan akses internet sehingga mudah dalam mendapatkan informasi dari situs-situs online. Akan tetapi pemanfaatan internet sering disalahgunakan dengan tidak menggunakannya untuk menunjang pembelajaran sebaliknya digunakan untuk mengakses media jejaring sosial dan bermain game secara online. Sehingga diperlukan pengujian untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari penggunaan internet terhadap minat dan perilaku belajar mahasiswa pada Perguruan Tinggi yang ada di Kota Palembang dengan menggunakan konsep Model TRA Theory of Reasoned Action. Metode analisis pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling SEM dengan bantuan software AMOS 22. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perguruan tinggi di kota Palembang untuk memaksimalkan penggunaan internet dalam mendukung minat dan perilaku belajar mahasiswa. Kata kunci mahasiswa, minat , perilaku, theory of reasoned action, structural equation modeling Abstract Information Technology in higher education are expected to be used to improve the quality of student in learning, such as facilitating student to access the Internet easily by making it easy to get the information from online sites. However, Internet is often misused by student, they are not using it to support their learning instead of using it to access social media and online games. So it need a test to know how Internet usage can affect students learning interest and behavior in Palembang by using the concept of Theory Reasoned Action TRA Model. This study methods was conducted by using Structural Equation Modeling SEM with AMOS 22. The result of this study is to bring an input for the college in Palembang to maximize the using of Internet access in support student interest and behavior in learning. Keyword student, interest, behaviour, theory of reasoned action, structural equation modeling 1. PENDAHULUAN Saat ini hampir semua perguruan tinggi berlomba-lomba dalam mengembangkan sistem pembelajaran yang memanfaatkan internet sebagai salah satu sarana dan media dalam pendidikan dan pengajarannya. Beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Kota Palembang yang berbasiskan teknologi telah memanfaatkan teknologi dalam proses operasional maupun pembelajaran antara lain dengan membuat sistem informasi akademik secara online. Selain itu juga kampus memfasilitasi mahasiswa dengan akses jaringan internet sehingga mahasiswa dapat bebas mengakses internet kapanpun dan dimanapun di area gedung kampus. Kehadiran Internet sewajarnya dapat menumbuhkan minat belajar mahasiswa jika digunakan dengan tepat agar prestasi mahasiswa dapat meningkat. Tetapi pada kenyataannya pemanfaatan internet di lingkungan kampus sering kali disalahgunakan oleh mahasiswa. Internet tidak hanya digunakan oleh mahasiswa untuk menunjang proses akademik, tetapi lebih banyak pada proses non-akademik seperti bermain games dan membuka situs-situs yang tidak berhubungan dengan akademik. Seringkali juga ditemukan bahwa mahasiswa menyalin tugas dari Internet dan tidak dapat menjelaskan maksud dari tugas yang diperolehnya dari Internet. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak memahami materi dan informasi yang didapatkan dari Internet dengan baik. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian apakah Internet dapat mempengaruhi minat belajar mahasiswa. Dengan meningkatnya minat belajar, diharapkan pula 282 Copyright © 2016 SESINDO perilaku belajar mahasiswa dapat berubah ke arah yang positif untuk mendukung kegiatan akademiknya [1]. Penelitian serupa juga telah dilakukan oleh [2] untuk menguji pengaruh perilaku belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa akuntansi. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara serentak faktor kebiasaan mengikuti pelajaran, kebiasaan membaca buku teks, kunjungan ke perpustakaan dan kebiasaan menghadapi ujian berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa, sementara secara parsial hanya faktor kunjungan ke perpustakaan dan kebiasaan menghadapi ujian yang signifikan. Dari penelitian ini diambil faktor kebiasaan mengikuti pelajaran, kebiasaan membaca buku teks, kunjungan ke perpustakaan dan kebiasaan menghadapi ujian sebagai indikator untuk mengukur perilaku belajar mahasiswa. Salah satu pendekatan yang sering digunakan untuk mempelajari perilaku manusia adalah Theory of Reasoned Action TRA [1]. TRA dimulai dengan melihat intensi/ minat berperilaku sebagai anteseden terdekat dari suatu perilaku. Dipercaya bahwa semakin kuat minat seseorang untuk menampilkan suatu perilaku tertentu, diharapkan semakin berhasil orang tersebut melakukannya [1]. 2. TINJAUAN PUSTAKA Pada bagian ini akan dijelaskan tentang beberapa teori terkait yang menunjang penelitian. Internet Internet adalah alat penghubung antara organisasi dan pelanggannya, sehingga tercipta sebuah organisasi baru secara virtual [3]. Sementara menurut Baran dalam Zin, Muda, & Nordin, internet adalah sebuah jaringan global komputer yang saling berhubungan yang berkomunikasi secara bebas dan berbagi serta bertukar informasi [4]. Belajar Menurut Slameto, belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya [5]. Belajar juga diartikan sebagai proses usaha yang kompleks yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang lebih baik secara keseluruhan akibat Interaksi dengan lingkungannya [2]. Minat Belajar Minat merupakan suatu keinginan seseorang untuk melakukan suatu perilaku tertentu [6]. Dapat dikatakan bahwa seseorang akan melakukan suatu hal tertentu apabila memiliki kemauan dari dalam diri untuk melakukannya. Djamarah dalam [7] adalah suatu penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Sementara menurut Slameto dalam [8] menyatakan bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka senang dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas. Perilaku Belajar Perilaku belajar dapat diartikan sebagai sebuah aktivitas belajar [9]. Diantara ciri-ciri perubahan khas yang menjadi karakteristik perilaku belajar yang terpenting adalah 1. Perubahan itu intensional; 2. Perubahan itu positif dan aktif; 3. Perubahan itu efektif dan fungsional [9]. Perilaku ini berhubungan dengan minat. Menurut [6] Seseorang akan melakukan suatu perilaku behavioral jika mempunyai keinginan atau minat behavioral intention untuk melakukannya. Theory of Reasoned Action TRA Teori tindakan beralasan Theory of Reasoned Action merupakan teori yang menjelaskan tahapan-tahapan manusia melakukan perilaku. Pada tahap awal, perilaku behavior diasumsikan ditentukan oleh minat intention. Pada tahap berikutnya niat dapat dijelaskan dalam bentuk sikap-sikap terhadap perilaku attitudes towards the behavior dan norma-norma subyektif subjective norm. tahap-tahap ketiga dipertimbangkan sikap-sikap attitudes dan norma-norma subjektif subjective norm dalam bentuk kepercayaan tentang konsekuensi melakukan perilakunya dan tentang ekspektasi normatif dari orang yang direferensi referent yang relevan [6]. Penelitian Terdahulu Adapun penelitian terdahulu yang dijadikan referensi dalam penelitian ini antara lain yaitu 283 Copyright © 2016 SESINDO 1. Penelitian yang dilakukan oleh Gialamas, Nikolopoulou, & Koutromanos [10] yang berjudul “Student teachers’ perception about the impact of internet usage on their learning and jobs†ditujukan untuk menginvestigasi persepsi mahasiswa fakultas pendidikan mengenai dampak penggunaan internet terhadap pembelajaran dan pekerjaan mereka dimasa yang akan datang. Persepsi mahasiswa pendidikan secara umum adalah positif. Kebanyakan mahasiswa percaya bahwa penggunaan internet pada studi universitas membuat pembelajaran lebih menarik dan efektif, dan memiliki kemampuan menggunakan internet akan membantu prospek pekerjaan mereka di masa mendatang. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa semakin tinggi pengalaman digital dan frekuensi penggunaan internet, semakin positif persepsi para mahasiswa mengenai dampak internet terhadap pembelajaran dan pekerjaan mereka dimasa mendatang. Dari penelitian ini diambil variabel Internet Usage sebagai indikator untuk mengukur sikap penggunaan, norma subjektif dan minat belajar dengan menggunakan internet. 2. Penelitian lain yang dilakukan oleh [11] mengemukakan bahwa Technology Acceptance Model TAM†yang diusulkan secara umum dapat dijadikan sebagai model penerimaan teknologi internet oleh pelajar khususnya pelajar sekolah menengah atas dengan fasilitas dan kondisi yang memenuhi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Internet dapat diterima dan memberikan pengaruh positif terhadap tingkah laku atau kebiasaan pelajar dalam menggunakan penelitian ini diambil diambil variabel penggunaan internet attitude toward using sebagai indikator untuk mengukur sikap penggunaan internet dan perhatian untuk menggunakan internet behavioral intention to use sebagai indikator minat belajar. 3. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada analisis dan pembahasan ini akan dijelaskan tahapan-tahapan dalam penelitian, model, variabel serta indikator penelitian, pengumpulan serta analisis data. Tahapan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tahapan – tahapan sebagai berikut a. Perumusan masalah, pada tahapan ini merumuskan masalah yang akan digunakan pada topik penelitian ini yaitu pengaruh pemanfaatan internet terhadap minat dan perilaku belajar mahasiswa di kota Palembang. b. Studi Literatur yaitu melakukan studi literatur untuk mendapatkan informasi baik yang berkaitan dengan topik penelitian dari berbagai sumber antara lain jurnal , buku maupun artikel . c. Perumusan model dan penyusunan instrumen adalah merumuskan model yang digunakan yaitu konsep Model TRA Theory of Reasoned Action. Kemudian penyusunan instrumen penelitian. Instrumen penelitian ini merupakan kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat close ended question. d. Pengumpulan Data dilakukan dengan melakukan penyebaran kuesioner terhadap responden. e. Pengolahan dan Analisis Data , menggunakan metode statistik dalam menganalisis data yang berhadil dikumpulkan dari para responden. Teknik statistik yang digunakan adalah teknik multivariate structural equation model SEM yang diolah dengan program AMOS 22. f. Penarikan kesimpulan dilakukan setelah melakukan pengujian hipotesis dan mengetahui hubungan antar setiap variabel. Kesimpulan merupakan jawaban dari pertanyaan penelitian yang telah diajukan yang sesuai dengan hasil analisis dan pengujian hipotesis. Model, Variabel dan Indikator Penelitian Berdasarkan teori dan temuan hasil penelitian sebelumnya [2], [10], [11] dan beberapa penelitian lain yakni [5] [8] dan [9], diusulkan suatu model penelitian yang secara langsung menunjukkan hipotesis yang diajukan pada penelitian ini. Dimana pada model penelitian yang diajukan dapat diketahui hubungan dari penggunaan internet terhadap minat dan perilaku belajar mahasiswa. Adapun model yang digunakan dalam penelitian ini merupakan model tindakan beralasan Theory of Reasoned Action yang menjelaskan tahapan-tahapan manusia melakukan perilaku [6] . Sikap Penggunaan InternetNorma Subjektif Penggunaan InternetMinat Belajar Perilaku BelajarH1H2H3Gambar 1. Model Penelitian 284 Copyright © 2016 SESINDO Adapun hipotesis yang dihasilkan berdasarkan Gambar 1 sebagai berikut H1 Sikap penggunaan internet berpengaruh secara positif pada minat belajar mahasiswa H2 Norma Subjektif tentang penggunaan Internet berpengaruh positif terhadap minat belajar mahasiswa H3 Minat Belajar mahasiswa berpengaruh positif terhadap perilaku belajar mahasiswa. Penyusunan Variabel dan Indikator Penelitian Penyusunan kuesioner dalam penelitian ini diambil dari berbagai sumber yang telah diuraikan pada tinjauan pustaka sehingga menghasilkan 30 indikator dari 4 variabel yaitu variabel Sikap Penggunaan Internet ,Norma Subjektif ,Minat Belajar dan Perilaku Belajar . Variabel penelitian dapat terlihat pada tabel 1. Tabel 1. Indikator Penelitian Sikap Penggunaan Internet SP1 , SP2, SP3,SP4, SP5 dan SP6 - Interaksi dengan internet dan Transaksi Online - Informasi dari Internet dan membagikan Informasi di Internet - Pengalih perhatian/ kesenangan menggunakan Internet - Komunikasi dan pertemanan menggunakan Internet NS1, NS2,NS3,NS4,NS5 dan NS6 - Pendapat tentang Rujukan informasi dari internet - Pendapat tentang Membagikan informasi pribadi di Internet - Pendapat tentang kesenangan yang berasal dari Internet - Pendapat tentang Keamanan transaksi Online - Pendapat tentang Pertemanan di Internet - Pendapat tentang Pertanggungjawaban Informasi di Internet MB1, MB2,MB3,MB4,MB5 dan MB6 - Keinginan belajar menggunakan Internet - Ketidakjenuhan belajar dengan menggunakan internet - Belajar dengan materi yang dapat diakses melalui Internet - Internet suatu keharusan - Mengerjakan Tugas dengan bantuan Internet - Bertukar Informasi dalam Tugas PB1, PB2, PB3, PB4, PB5, PB6, PB7, PB8, PB9, PB10, PB11 dan PB12 - Kebiasaan mengikuti pelajaran dan Mengulang Pelajaran - Kebiasaan Mengerjakan Tugas dan Kunjungan ke perpustakaan - Kebiasaan belajar dan kebiasaan menghadapi kesulitan dalam pelajaran - Kebiasaan menghadapi ujian dan membaca buku teks - Penggunaan Internet dalam Belajar Pengumpulan Data Pengumpulan data secara kuantitatif dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner yang merupakan kumpulan pertanyaan yang telah disusun untuk mendapatkan informasi dari responden. Tujuannya adalah untuk menterjemahkan informasi yang dibutuhkan peneliti ke dalam pertanyaan yang spesifik sehingga responden yang memiliki kemauan dapat menjawab pertanyaan tersebut. Teknik estimasi yang akan digunakan pada penelitian ini adalah Maximum Likelihood Estimation MLE yang sering digunakan dalam metode SEM . Jumlah sampel yang ideal untuk MLE yaitu sebanyak lima kali jumlah indikator/ pertanyaan [12]. Pada penelitian ini digunakan sebanyak 273 sampel yang terdiri dari mahasiswa fakultas atau jurusan Ilmu Komputer yang ada di Kota Palembang. Survey penyebaran kuesioner dilakukan menggunakan metode simple random sampling. Adapun profil responden dalam penelitian ini adalah sebagai berikut a. Jenis kelamin Dari responden didapatkan 41 % berjenis kelamin laki-laki dan 59 % berjenis kelamin perempuan. b. Masa studi Semester yang telah ditempuh Dari mahasiswa semester 3 ke bawah didapatkan 26 % responden, 45% mahasiswa rentang semester 4 sampai semester 6, 10% dari semester 8 dan sisanya 4 % telah menempuh lebih dari delapan semester. c. Lama mengenal dan menggunakan komputer 285 Copyright © 2016 SESINDO Dari keseluruhan responden 86 % telah mengenal dan menggunakan komputer selama lebih dari 5 tahun dan 14 % mengenal kurang dari 5 tahun d. Lama mengenal dan menggunakan internet Dari keseluruhan responden 82 % telah mengenal dan menggunakan internet selama lebih dari 5 tahun dan 18 % mengenal kurang dari 5 tahun Analisis Data Pada bagian ini dijelaskan mengenai analisis dan pembahasan serta pengolahan data statistik serta pengujian model menggunakan teknik structural equation modeling. Tingkat signifikansi yang digunakan pada pengujian yang dilakukan adalah sebesar atau 5% sehingga tingkat kepercayaan pada penelitian ini sebesar 95%. Uji Validitas dan Reliabilitas Untuk menguji Validitas, dilakukan perbandingan antara nilai corrected item-total correlation pada setiap indikator atau pertanyaan dengan nilai r tabel. Jika corrected item-total correlation r hitung bernilai positif dan lebih besar dari nilai r tabel, maka indikator atau pertanyaan pada variabel dapat dikatakan valid [13]. Nilai r tabel pada penelitian ini untuk tingkat signifikansi sebesar 5% adalah 0,1093 dengan perhitungan sampel sebesar 273 df = 273-2 = 271 . Oleh karena itu, nilai corrected item-total correlation untuk setiap indikator atau pertanyaan masing-masing variabel harus diatas 0,1093 agar indikator dapat dikatakan valid. Sedangkan untuk menguji reliabilitas data dapat dilakukan dengan membandingkan nilai Cronbach Alpha untuk 30 item indikator dan 273 responden. Standar batas Cronbach Alpha yang ditetapkan para ahli berbeda- beda. Suatu basic research secara umum direkomendasikan memiliki kisaran nilai Cronbach Alpha antara 0,7 - 0,8. Pada penelitian ini dipilih batas Cronbach Alpha untuk semua indikator diatas 0,7. Adapun hasil pengujian validitas pada penelitian ini didapatkan semua indikator memiliki nilai corrected item-total correlation diatas yaitu rentang nilai corrected item-total correlation yang didapatkan indikator antara – 0,655. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semua indikator penilaian pada penelitian ini valid. Sedangkan pada pengujian reliabilitas didapatkan hasil Cronbach Alpha bagi semua indikator berada diatas nilai yaitu rentang nilai Cronbach Alpha pada indikator antara – sehingga dapat dikatakan semua indikator pada penelitian ini adalah reliable. Pembuatan Path Diagram Setelah model, variabel dan indikator dibuat dan diuji validitas serta realibilitasnya selanjutnya dibuat path diagram seperti Gambar 2. Setelah dilakukan analisis konfirmatori maka dilakukan pengujian struktural pada keseluruhan model penelitian , pengujian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antar variabel laten beserta indikator – indikatornya. Pada penentuan kriteria uji kecocokan beberapa kriteria yang umum digunakan dan telah memiliki standar . Jika kriteria tersebut belum memperoleh model yang fit, maka dilakukan modifikasi hingga menghasilkan model yang fit. Pada penelitian ini, berikut adalah hasil modifikasi model sehingga memperoleh Normed Chi- square CMIN/DF dengan hasil uji kecocokan 1,972, Goodness of Fit Index GFI hasil kecocokannya Adjusted Goodness of Fit Index AGFI dengan hasil uji kecocokan sebesar 0,831 dan Parsimonious Goodness of Fit Index PGFI uji kecocokan sebesar Dari hasil tersebut didapatkan bahwa model tersebut dapat diterima sehingga dapat dilakukan analisis hubungan antar konstruk. Gambar 2. Path Diagram untuk uji model struktural setelah dilakukan modifikasi 286 Copyright © 2016 SESINDO Uji Hipotesis Menganalisis hubungan antar konstruk atau variabel yang menjadi hipotesis dilakukan dengan melihat nilai critical ratio CR dan nilai probability dari setiap hubungan antar variabel laten. Nilai CR didapat melalui perbandingan dengan nilai t-tabel. Untuk sampel sebanyak 273 df= 2717 maka nilai t- tabel adalah 1,96. Sementara nilai probabilitas dibandingkan dengan nilai 0,05. Jika nilai CR lebih besar dari 1,96 dan nilai probabilitas kurang dari 0,05 maka hipotesis penelitian yang diajukan dapat diterima. Nilai CR dan probability dapat diketahui melalui aplikasi AMOS dari keluaran Regression Weight dan Covariances. Ringkasan hasil analisis hubungan antar konstruk atau pengujian hipotesis dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Ringkasan Hasil Analisis Hubungan Antar Konstruk pada Model Penelitian Sikap Penggunaan terhadap minat belajar Norma Subjektif terhadap minat belajar Minat belajar terhadap perilaku belajar Dari hasil pengujian yang terdapat pada tabel 2 dapat disimpulkan bahwa 1. Variabel sikap penggunaan internet serta variabel norma subjektif memiliki hubungan yang signifikan terhadap minat belajar. 2. Variabel minat belajar memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku belajar hal ini ditunjukkan dengan nilai CR sebesar dan nilai probabilitas Berdasarkan hasil yang didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa sikap dan norma subjektif dalam penggunaan internet masing – masing berpengaruh terhadap minat belajar mahasiswa. Sedangkan minat belajar mahasiswa berpengaruh terhadap perilaku belajar mahasiswa. Hal ini dapat menjadi dasar bagi dosen untuk memanfaatkan media internet sebagai media pembelajaran mahasiswa karena hal ini terbukti mempengaruhi minat dan perilaku belajar mahasiswa, serta manajemen perguruan tinggi dapat mulai memikirkan konsep pembelajaran dengan pemanfaatan media teknologi yang tepat guna untuk menghasilkan minat dan perilaku belajar mahasiswa di lingkungan institusinya. 4. SIMPULAN DAN SARAN Berikut kesimpulan dan saran dari seluruh tahapan penelitian yang telah dilakukan Simpulan Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ketiga hipotesis mempunyai estimasi atau loading factor yang positif sehingga hasilnya semua hipotesis dapat diterima. Sesuai dengan rumusan masalah yang telah diuraikan, terjawab bahwa sikap dan norma subjektif dalam penggunaan internet masing – masing berpengaruh terhadap minat belajar mahasiswa. Sedangkan minat belajar mahasiswa berpengaruh terhadap perilaku belajar mahasiswa. Saran Pada penelitian selanjutnya sebaiknya model dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menguji pengaruh sikap dan norma subjektif terhadap perilaku belajar secara langsung tanpa melalui minat belajar. Model juga dapat dikembangkan dengan menggunakan model lain seperti Theory Planned Behaviour TPB. 5. DAFTAR RUJUKAN [1]Achmat, Zakarija., 2010. Theory of Planned Behaviour Masihkah Relevan. [Online]. Avalaible . [Accessed 7 April 2016]. [2] Hanifah, & Abdullah, S. 2001. Pengaruh Perilaku Belajar Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Akuntansi. Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi, Vol 1, No. 3 Desember 2001, 63-68. 287 Copyright © 2016 SESINDO [3] Mahatanankoon, Pruthikrai & Igbaria, Magid., 2004. Impact of Personal Internet Usage on Employee’s Well-Being. Information Science Publishing. [4] Zin, Muda, M, & Nordin, 2013. [Online]. Avalaible Uses and Gratification Of Internet Among University Students In Malaysia. [Accessed 5 September 2013] [5] Amronah, S., 2011. Hubungan hasil belajar aspek kognitif bidang Studi pendidikan agama islam pai dengan Akhlak siswa kelas v sd negeri 2 rejosari Kecamatan brangsong kabupaten kendal. Strata 1. Semarang Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Walisongo. [6] Jogiyanto, 2007. Sistem Informasi Keperilakuan. Edisi Revisi. Yogyakarta ANDI [7] Pramono, 2013., Pengaruh Minat Belajar dan Kualitas Media Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Pada Mata Kuliah Manajemen Keuangan Angkatan 2010. Strata 1. SurakartaFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah. [8] Wardhani, 2013. Hubungan Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar dan Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Negeri 4 Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013. Strata 1. SurakartaFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. [9] Widiaryanti, V. 2008. Perilaku Belajar Ditinjau dari Dukungan Sosial dan Kemandirian Pada Siswa SLTP Santo Yoseph Denpasar Bali. Strata 1. Semarang Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata. [10]Gialamas, V., Nikolopoulou, K., & Koutromanos, G. 2013. Student's Teacher Perceptions About The Impact of Internet Usage on Their Learning and Jobs. Computers & Education , 1-7. [11] Widiatika, I., & Sensuse, D. 2008. Pengembangan Model Penerimaan Teknologi Internet Oleh Pelajar Dengan Menggunakan Konsep Technology Acceptance Model TAM, Jurnal Sistem Informasi MT -UI, 81-92. [12] Wijanto, S. 2008. Structural Equation Modeling dengan Lisrel Konsep dan Tutorial. Graha Ilmu. [13] Ghozali, I., 2007. Analisis Multivariate Dengan Program SPSS Edisi Kelima. Semarang Badan Penerbit Universitas Diponegoro. ... Respondents are active internet users and use information obtained from the internet as a source of learning, but sometimes they receive information that is not appropriate for their age Table 1. The internet has an effect on student and student learning motivation such as ease of finding information, providing ease of learning, especially in completing assignments, providing insight and knowledge, and as a means of exchanging information Ricoibah & Pibriana, 2016;Srinadi, 2015. In addition, learning by utilizing the internet has been proven to be able to encourage independent learning of students and is flexible Ningsih, Misdalina, & Marhamah, 2017. ...This study aimed to formulate the Hypothetical Learning Trajectory HLT as part of the Didactical Design Research at the prospective analysis stage in the VIII class of Algebra learning, namely the Two-variable Linear Equation System TVLES. HLT is based on a study of learning obstacles which includes aspects of repersonalization of material content, potential use of digital media in learning, curriculum analysis, and didactic aspects and is adapted to the needs of students and the development of digital literacy. This study involved 47 students of class VIII, 21 students of class IX, 3 mathematics teachers, and 5 model students. Based on a prospective analysis, the HLT on aspects of the TVLES concept is formulated as follows 1 Considering the concept of “The Meaning of the Equal Sign†through an open context realtime thinking literacy, recognize variables as unknown values and varying quantities; 2 Completing an open sentence using trial and error through the context of scales photo visual literacy; 3 revealing the relationship between symbolic representations and straight-line graphs; the meaning of the point of intersection, using algebraic concepts in completing TVLES branching literacy; 4 create a mathematical model of a problem related to TVLES information literacy, and; 5 solving various problems related to TVLES through a logical algorithm. This HLT was expected to be developed into a didactic design which will later be implemented in learning. Soetam Rizky WicaksonoKarenanya, pada hasil perkuliahan mata kuliah Etika Profesi untuk program studi Sistem Informasi di lingkup Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ma Chung Malang, di semester gasal tahun ajaran 2018/2019, diambil inisiatif untuk menempatkan hasil makalah mahasiswa yang juga sebagai ujian akhir semester yang telah dipresentasikan dan direvisi secara bertahap dalam satu semester, menjadi sebuah buku hasil pembelajaran. Hasil makalah para mahasiswa ini, diharapkan tidak lagi berakhir menjadi kertas bekas, namun dengan bentuk buku yang berformat rapi dan memiliki ISBN. Sehingga pada akhirnya dapat didistribusikan secara online di Google Play Book agar dapat bermanfaat bagi khalayak akademik untuk menjadi referensi ilmiah. Sebagai informasi, bahwa mahasiswa yang menjadi kontributor dalam studi kasus ini didominasi oleh mahasiswa semester satu yang notabene masih dalam tahapan awal melakukan penulisan karya ilmiah. Namun hasil yang telah ada mampu menggambarkan usaha maksimal yang telah dilakukan secara wajar untuk mereka. Bahkan beberapa analisis dirasa telah cukup mewakili pembahasan yang dimaksud sebagai tujuan dari pembelajaran komunikasi bisnis. Studi kasus yang dibahas di dalam buku ini, disertai dengan opini subyektif yang dapat disanggah oleh pihak lain. Namun sebagai sebuah karya akademik, opini tersebut layak dihargai karena telah dilengkapi dengan pengantar dan landasan teori yang MahatanankoonMagid IgbariaThe Internet has become one of most technological necessity tools in today’s workplace. With the broad scope of its usefulness and its ease of use, employees find the technology most beneficial to their daily work activities as well as their personal activities. Using the established behavioral theory with data collected from Internet users in the workplace, the chapter investigates the impact of personal Internet usage on employees’ job satisfaction and performance. This chapter also recommends several strategies that management can implement to increase employees’ well-being — such as Workplace Internet Usage Decision Grid, and Adaptive Internet Monitoring and Filtering Policy — while enhancing their work performance through personal Internet usage in the study investigated student teachers' perceptions about the impact of internet usage on their learning and future jobs. The sample consisted of 448 student teachers from the Early Childhood and Primary Education Departments at the National University of Athens, in Greece. Student teachers' perceptions regarding the impact of internet usage on their learning and future jobs were, in general, positive. Most of the students believe that internet use in university study makes learning more interesting and effective, and that possessing internet skills will assist their future job prospects. This study has shown that the more the years of digital experience and the higher the frequency of internet usage, the more positive were students' perceptions regarding internet's impact on their learning and future jobs. More years of digital experience resulted in less perceived complexity. Implications of the findings for teacher training education programmes are also of Planned Behaviour Masihkah RelevanZakarija AchmatAchmat, Zakarija., 2010. Theory of Planned Behaviour Masihkah Relevan. [Online]. Avalaible .HanifahS AbdullahHanifah, & Abdullah, S. 2001. Pengaruh Perilaku Belajar Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Akuntansi. Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi, Vol 1, No. 3 Desember 2001, Uses and Gratification Of Internet Among University Students In MalaysiaN ZinM MudaM Z NordinZin, Muda, M, & Nordin, 2013. [Online]. Avalaible Uses and Gratification Of Internet Among University Students In Malaysia. [Accessed 5 September 2013]Hubungan hasil belajar aspek kognitif bidang Studi pendidikan agama islam pai dengan Akhlak siswa kelas v sd negeri 2 rejosari Kecamatan brangsong kabupaten kendal. Strata 1. Semarang Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri WalisongoS AmronahAmronah, S., 2011. Hubungan hasil belajar aspek kognitif bidang Studi pendidikan agama islam pai dengan Akhlak siswa kelas v sd negeri 2 rejosari Kecamatan brangsong kabupaten kendal. Strata 1. Semarang Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri M JogiyantoJogiyanto, 2007. Sistem Informasi Keperilakuan. Edisi Revisi. Yogyakarta ANDIPerilaku Belajar Ditinjau dari Dukungan Sosial dan Kemandirian Pada Siswa SLTP Santo Yoseph Denpasar Bali. Strata 1. Semarang Fakultas Psikologi Universitas Katolik SoegijapranataV WidiaryantiWidiaryanti, V. 2008. Perilaku Belajar Ditinjau dari Dukungan Sosial dan Kemandirian Pada Siswa SLTP Santo Yoseph Denpasar Bali. Strata 1. Semarang Fakultas Psikologi Universitas Katolik Model Penerimaan Teknologi Internet Oleh Pelajar Dengan Menggunakan Konsep Technology Acceptance Model TAMI WidiatikaD SensuseWidiatika, I., & Sensuse, D. 2008. Pengembangan Model Penerimaan Teknologi Internet Oleh Pelajar Dengan Menggunakan Konsep Technology Acceptance Model TAM, Jurnal Sistem Informasi MT -UI, Equation Modeling dengan Lisrel Konsep dan TutorialS WijantoWijanto, S. 2008. Structural Equation Modeling dengan Lisrel Konsep dan Tutorial. Graha Ilmu.
pertanyaan tentang pengaruh internet bagi pelajar